Sabtu, 04 Juli 2020

KECAKAPAN HIDUP VS TARGET KURIKULUM

KISAH MENU SEDERHANA

            Pagi terasa lebih dingin dari hari hari biasa hal ini membuat terasa malas meninggalkan tempat tidur dan berselimut. Selepas sholat shubuh ingin kembali berselimut dan kucoba kembali untuk berbaring sambil mengusir rasa dingin. Namun ternyata yang terasa bukan hangat tapi rasa malas yang mulai merayap dan badan terasa tidak nyaman, kuputuskan untuk membuang selimut menggantinya dengan jaket dan mulai melakukan pekerjaan rumah.

            Untuk mengusir rasa dingin maka melakukan aktifitas yang banyak gerakan, maka kumulai dengan menyapu rumah dan merapikannya. Lumayan dingin mulai terusir karena  badan tersa lebih nyaman. Setelah menyapu berencana ingin bersepeda keliling komplek rumah ternyata gerimis lembut tengah menyapa maka kubatalkan niat bersepeda.

            Kegiatan di dapur sebagai pengganti bersepeda dimulai lebih awal karena hari ini berencana akan mengunjungi cucu yang tinggal di kampung sebelah, karena ibu dari cucu berulang tahun. Kubuat  menu sarapan sederhana yaitu tahu telur kecap kesukaan sibungsu. Menu sederhana ini memiliki posisi kedua disukai di keluarga setelah nasi goreng. Tahu di tempat kami kata orang sangat enak dan kebetulan tiap pagi ada langganan yang mendatangi komplek kami sehingga tahu selalu fresh.

            Dibalik menu sederhana ini ada sepenggal kisah yang tak terlupakan waktu itu si bungsu yang sekarang sudah tahun kedua jadi mahasiswa masih dudk di kelas IV  sekolah dasar.. Tahu telur kecap adalah menu yang pertama dibuatnya saat acara memasak di sekolah yang dilaksanankan di akhir semester dan biasanya dilaksanakan setelah ulangan semester. Sejak saat itu si bungsu sering membuat sendiri menu sederhana ini.  Selera makan bungsu dari kecil agak sulit makan, kalau makan menunya terbatas sekali. Sampai sekarang bungsu tidak suka masakan yang beraroma bawang. Jadilah agak susah untuk membuat menu untuknya.

            Sepenggal kisah tahu telur kecap ini mengingatkan akan mata pelajaran yang saya ampu yaitu IPA. Begitu padatnya kurikulum hingga kadang kita lupa kecakapan hidup apakah yang sudah kita berikan untuk peserta didik sebagai bekal dikehidupannya kelak. Tanya itu terus menggelayut betapa kita sibuk dengan target kurikulum namun lalai dengan bekal kecakapan hidup untuk peserta didik kita.

            Mari kita mengingat kembali apa yang sudah kita berikan untuk peserta didik kita. Semoga di saat yang tepat kita mampu memberikan yang terbaik  dan selalu dirindukan kehadiran kita oleh para peserta didik. Teruslah berjuang dan ciptakan semangat positif dalam kebersamaan bersama kita bisa.

            Bersyukur pada Allah yang maha kuasa atas kenikmatan yang masih bisa dirasakan pagi ini. Hari hari diawali dengan menulis kisah kisah sederhana. Mencoba menerapakan himbauan seoarang motivator dalam komunitas belajar menulis yaitu “Menulislah setiap hari dan lihatlah apa yang terjadi”. Semaga hari hari kita semakin penuh energi positif untuk memulai aktifitas. Aamiin ….

 

                                                           Mataram Minggu 5 Juli2020


11 komentar:

  1. Balasan
    1. Masih belajar bu ... mulai dari yg sederhana

      Hapus
  2. Alhamdulillah..semoga ya kita sebagai guru bisa memberi kan yg terbaik kepada peserta didiknya

    BalasHapus
  3. Terus n tetaplah Semangat menulis! Mantap!

    BalasHapus
  4. Aamiin...ikut mengamini ending tulisannya bu

    BalasHapus
  5. Wah.. Bagus bu. Sepenggal kisah di awal hari sudah dibuat. Semangat menulis👍

    BalasHapus
  6. Dari hal kecil menjadi karya yang manis

    BalasHapus