Jumat, 24 Juli 2020

BICARA JADI TULISAN


RESUME : 24

DISAMPAIKAN : Jumat 24 Juli 2020

PERESUME : Nanik Yuliani,M.Pd

        Pemateri malam ini ibu Sri Melni Tanggal lahir 11 Mei 1976  di Nagari Koto , Gadang Guguk Solok. Berprofesi sebagai Guru TIK SMPN 1 Gunung Talang Juga aktif sebagai penggiat literasi di Sumatra Barat khususnya Kab.Solok. Aktif di Organisasi Bundo Kanduang. Aktif di tim 11 RPJM Nagari. Materi malam ini adalah  bimbingan dalam mengoperasikannyaWriterPlus

Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

                                                                                  1.    Instal writer plus dari playstore



2. Setelah diinstal lansung buka

3.  Lalu tekan tanda tambah yang berwarna hijau toska sudut kanan bawah

4.Di keyboard akan keluar tanda mikrophone ( jika tidak keluar tanda mikrophone maka ada beberapa kemungkinan masih tersembunyi misalnya tekan tanda emotikon atau spasi  muncul setelah ditekan)

5. tekan tanda mikrophone tersebut dan lansung menulis tanpa mengetik. Bicaralah dan semua akan terketik sesuai dengan suara yang kita keluarkan..

Setelah itu dilanjutkan bagaimana lagi cara untuk menjadikan ke dalam mik word

1. Caranya klik garis tiga sudut kanan atas lalu share

2. sebelum di share jangan lupa terlebih dahulu robah kedalam format text

3. kalau sudah dalam bentuk text bapak ibu bisa lansung copykan ke dalam bentuk  mik word di laptop untuk mengedit tulisan

            Aplikasi ini sangat mudah dalam penggunaannya jika kita dalam bepergian ingat akan menulis bisa lansung menuangkan ide dalam bentuk tulisan dengan berbicara.

New Write Plus ini hanya tinggal bicara melalui mikrophon tersebut dan tulisan akan lansung tertulis di hp kita semua. Aplikasi ini sangat mudah untuk kita menulis tanpa harus di depan laptop. Artinya menulis sambil tersenyum dan semudah berbicara. Jadi tidak ada alasan untuk tidak menulis. Menulis setiap hari dan buktikan apa yang terjadi.Menulislah sebagai bukti bahwa kita pernah hidup di dunia.

Kamis, 23 Juli 2020

PTK DAN QWS BISA JADI BUKU


BELAJAR MENULIS GELOMBANG 11

RESUME : 23

DISAMPAIKAN : Rabu 22 Juli 2020

PERESUME : Nanik Yuliani,M.Pd

        Kuliah malam ini disampaikan oleh bapak Lukman Hakim yang biasa dipanggil Cak Lukman yang mendedikasikan diri kepada pengembangan diri guru, mulai dari Pengembangan Diri, Publikasi Ilmiah, dan Karya Inovatif. Untuk itu Cak Lukman memiliki lembaga Pusat Pengembangan Profesi Guru Jawa Timur (wadah pelatihan pengembangan diri) dan Penerbit Delta Pustaka serta Jurnal Inovasi Pembelajaran (wadah PI dan KI).

        Selain itu sebagai penggagas beberapa pelatihan diantaranya “kelaskuonline”. Disini Cak Lukman ingin berbagi dengan teman2 semuanya. Pelatihan PTK ini didesain mulai dari awal sampai menjadi buku tetapi karena ada pandemi maka terhenti sementara karena untuk penerapannya membutuhkan tatap muka. Setelah PTK selesai, maka pelatihan selanjutnya adalah PTK diubah menjadi buku referensi/buku pendidikan .

       Angkatan 2 baru saja selesai dengan menghasilkan 90 karya buku pendidikan/referensi berISBN yang diterbitkan oleh Delta Pustaka. Bagi teman2 yang tidak menulis serius seperti PTK dan PTK jadi BUKU, saya menggagas Quick Writing Series. QWS ini menulis santai tentang catatam harian guru mulai dari 2-6 halaman, tagline: 1 hari 1 buku antologi. QWS pertama telah selesai dan menghasilakn 14 buku selama 14 hari. Masa pandemi masih berlangsung, maka saya mencoba membuat pelatihan modul terintegrasi Youtube. Saat ini masih berlangsung untuk tingkat lanjut diakhir acara ini akan dibagikan ebook buku saya 3 buku secara gratis untuk teman2.

            Dalam sesi tanya jawab dimulai dengan  penerbit Delta Pustaka merupakan ini yg di surabaya dan termasuk penerbit indie yang mendedikasikan diri untuk para guru yang ingin menerbitkan guru, terutama kenaikan pangkat.

    Pak Lukman menjelaskan bagaimana cara membuat buku catatan harian guru yaitu dengan menggagas QWS memang untuk menulis santai dengan outline sederhana: pendahuluan, isi dan penutup. Pendahuluan pengalaman menarik dalam aktivitas sebagai seorang guru, bagian inti menjelaskan kejadian yang dialami dalam sudut pandang yang menginspirasi, penutup hal2 yang dapat diambil oleh ibroh/pelajaran oleh pembaca. Berikut karya dari QWS yang dibukukan


        Ditanyakan pula oleh peserta bagaimana tips manajemen waktu antara mengajar, menulis, dan mengelola penerbitan. Menurut Cak Lukman  menulis adalah bagian dari mengajar, menulis itu juga memunculkan penerbit. semua terkoneksi antar satu dengan lainnya sehingga semua bisa berjalan beriringan.

            Buku IPA SMK itu muncul dari kebutuhan untuk mengajar, Cak Lukman diterima PNS, masuk tahun ajaran baru saya menggunakan LKS beli tujuh ribuan. Dianggap LKS itu tidak layak, tahun ajaran berikutnya menghentikan pengguaanan LKS dan membuat buku sendiri lahirlah. Buku IPA SMK diterbitkan menggunakan penerbit sendiri yang dibuat sendiri.

Sembilan teknik dalam menyusun PTK menjadi buku dan karya PTK serta thesis menjadi buku

  1.        Bahasa yang digunakan luwes.
  2.     Hindari penulisan Bab, Subbab dengan penomoran yang kaku. 
  3.     Bab - bab yang dikembangkan dari bab dua harus dipertajam dengan menambahkan kajian            teori agar tajam. Penambahan kajian teori serta pembahasan lebih meningkatkan manfaat buku      sebagai referensi
  4.      Pada bagian awal, didahului dengan penjelasan uraian dalam PTK 
  5.      Bab empat tidak lagi berisi kesimpulan dan saran. Tetapi diarahkan pada masalah                           pembelajaran.
  6.      Sedapatnya hindari data mentah 
  7.         Menyertakan foto - foto pendukung dalam pembelajaran 
  8.      Daftar pustaka menyertakan daftar pustaka baru yang menjadi sumber tambahan naskah 
  9.      Kelengkapan naskah agar dapat ISBN 

   
                                            

        Menulis di kelaskuonline.id juga sama, apa yang dialami ketika menjadi guru, ditulis di sana sebagai tabungandan akan diterbitkan buku kedua. Guru Penggerak 4.0 dari tabungan di blog: kelaskuonline.id.  Jadi saya tidak membutuhkan manajemen waktu. Dilanjut dengan bagaimana buku syarat buku kita dibuat e book serta seberapa jauh perbedaan membuat buku dengan e book. Syarat buku kita dibuat e book jawabannya adalah semua buku yang di daftarkan dalam bentuk cetak  kalau ada permintaan dari penulis untuk diebookkan saya akan ebookkan.

     Pertanyaan berikutnya dari peserta adalah misal membuat semacam LKS/LKPD (panduan pembelajaran), apakah bisa dijadikan buku? sangat bisa tetapi jika diberi kelas maka harus berjilid misalkan di SMP mengajar IPA. Maka buku pelajaran harus lengkap 3 jenjang.

          Kesimpulan pemaparan malam ini adalah Menulis adalah passion dan rasa. Semua bisa dipelajari. Menulislah yang disukai dan dikuasai jangan pernah berhenti belajar menulis. Semua penulis hebat selalu bermula dari penulis pemula. Jika anda sudah menjadi penulis pemula, maka akan ada peluang menjadi penulis hebat.Bapak Lukman  siap membantu menerbtikan buku kita semua dengan harga yang terjangkau dan pasti diterbitkan. Tetap semangat membukukan tulisan sebagai karya yang abadi.


MENULIS SEMUDAH CHATING


BELAJAR MENULIS GELOMBANG 11

RESUME : 21

HARI/TANGGAL : Jumat, 17 Juli 2020

PERESUME : Nanik Yuliani, M.Pd

    Trainer Amir Faisal, Business Inspirator CN, Praktisi Bisnis dan konsultan marketing  beberapa perusahaan besar dan ternama dan sukses pada perusahaan besar. Hingga kini telah puluhan ribu orang yang mengikuti pelatihannya, mulai dari Pejabat Pemerintah, BUMN, Owner, Pimpinan dan Karyawan Perusahaan Suasta, Praktisi Bisnis, Dosen, Guru, Wakil Rakyat, Pimpinan Lembaga hingga para Mahasiswa.

    Pengalaman profesionalnya dimulai sejak lulus dari Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro (1990), bekerja di Tanah Mas Group, Branch Manager PT. Pantai Raja Makmur (1997) di Pekanbaru Riau. Kemudian pada saat krisis moneter 1998 mengundurkan diri dari perusahaan dan membangun usaha sendiri.   

   

        Bapak Amir Faisal seorang Narasumber hebat yang banyak menerbitkan buku. Malam hari ini beliau akan memaparkan materi tentang Platform Digital (PD). Menulis Buku Semudah Chatting, menyampaikan materinya melalui tayangan video youtube pribadinya. Ada sebanyak 12 video yang akan beliau berikan. Beliau menjelaskan Platform Digital adalah practicing (no teori). Mari kita perhatikan tips- tipsnya yang diberikan melalui video sbb :

         Amir Faisal seorang trainer yang sudah memiliki kurang lebih 70 artikel. Pengalaman Pak Amir Faisal sebagai penulis gramedia bukan jalan yang mudah untuk dilewati. Bapak Amir Faisal memiliki latar belakang yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan dunia tulis-menulis. Setelah resign dari sebuah perusahaan nasional dengan jabatan marketing selama 8 tahun, beliau mencoba membuka usaha sendiri juga selama 8 tahun. Membuka usaha operasional seorang diri sangat melelahkan. Bapak Amir Faisal mencoba dunia yang baru yaitu menjadi konsultan.

          Agar bisa membagikan ilmunya lebih luas lagi, beliau harus bisa dikenal oleh khalayak ramai dengan cara harus memiliki personal branding. Salah satu tekad beliau adalah menulis buku dan harus bisa diterbitkan oleh penerbit nasional seperti gramedia. Gramedia sudah memiliki ribuan outlet di seluruh Indonesia.

          Jika salah satu tulisan kita bisa masuk dalam penerbit gramedia maka buku kita akan bertahan sampai 6 bulan, terlebih lagi jika banyak yang membeli maka buku kita akan bisa bertahan selama 2 tahun. Jika buku kita bukan terbitan  dari penerbit nasional seperti gramedia grup,maka buku kita hanya bertahan 2 minggu saja di toko. Buku karya Pak Amir Faisal yang berjudul Think Like A milioner adalah buku ke -9 yang diterbitan penerbit yang bukan gramedia tetapi bisa bertahan selama 2 tahun dan terpajang di rak best seller.

        Pengalaman Pak Amir di atas dapat diambil hikmahnya, bahwa janganlah berkecil hati meskipun beliau tidak pernah berhubungan dengan dunia tulis menulis dan tidak pernah bersetuhan dengan dunia pendidikan. Beliau tetap bisa menulis buku pendidikan dan diterbitkan oleh gramedia group.

       Yang perlu kita ketahui dan ingat ketika ingin menerbitkan buku di Gramedia Grup adalah Gramedia itu sebuah korporasi bisnis dengan orientasinya menjual dan kita harus bisa memberikan keuntungan dan  kenali genre kita dalam menulis.

Hasil reset diketahui bahwa buku yang paling laris di gramedia adalah buku novel, buku travelling, buku komik, dan buku motivasi. Lebih baik lagi jika kita bisa menggabungkan ketiganya, insya allah dapat memberikan edukasi yang bermanfaat.

       Bagaimana cara membongkar mindset ketika merasa takut menulis dan grogi menulis. Hambatan yang paling dirasakan dalam menulis biasanya teori dalam keilmuan suatu bidang. Sehingga begitu banyak pikiran sebagai akademisi yang akan membuat kita stress dan menjadi kurang kreatif.

Salah satu trik jitu agar kita bisa menulis dengan mengalirkan ide kreatif secara cepat yaitu gunakan Teknik Freewriting. 

    Freewritiing adalah menulis dengan bebas. Inti dari skill menulis adalah kebebasan. Ketika kita tdk terikat oleh batasan-batasan  yang diluar dan merasa bebas dalam mengungkapkan hal apapun maka kita akan bisa menuangkan ide kreatif dengan mengalir begitu saja.  

      Jika kita bisa menulis di whatsapp, mengobrol dengan panjang lebar, memarahi anak/suami/istri dengan panjang lebar artinya saraf linguistik kita sangat baik dalam memproduksi kata dalam menulis. Stop hanya untuk berbicara atau mengobrol, tulislah, berhentilah marah kepada anak atau istri di rumah, namun tulis dan tulislah.

        Hal yang dapat kita lakukan untuk dapat melatih rasa percaya diri dalam menulis adalah coba menulis hal yang bak-baik dan positif pada orang lain. Tulis kebaikan suami, anak, atau teman anda. Tulislah pada kertas folio besar dan tunjukkan tulisan kita itu kepada orang tersebut. Hal yang lain dapat kita lakukan adalah tulislah dream (mimpi) anda.

         Tulislah apa saja yang anda inginkan, yang ingin dicapai, yang menjadi mimpi kita kemudian tulis dan tulislah seindah-indahnya. Biasanya segala sesuatu yang menyangkut tentang perasaan powernya akan tinggi, otak akan bekerja dengan kekuatan maksimal.

        Mulai sekarang tulislah hal apapun, baik unek-unek ataupun hal lainnya, tidak perlu berpikir yang tinggi, lepaskan semuanya. Menulis itu mudah dan gampang, biasakan terus setiap hari. Sesuatu kebiasaan yang menyenangkan nanti akan membuat kita ketagihan dalam menulis.

          Menurut pakar menulis bahwa dalam menulis itu tidak ada kata salah dan kata jelek, ketika ada salah mengetikpun biarkan menjadi pengalaman.  Menulislah sesuai dengan perasaan hati kita, tak perlu memperhatikan teori apapun lalu jadikanlah kebiasaa. Prinsip penulis hebat dunia penganut freewriting sebagai berikut

a.                     Menulis itu sebagai pengungkapan dari segala perasaan hati. Ketika kita pernah merasa bersalah dan tidak mungkin menyampaikan kepada orang lain maka bisa kita lakukan dengan menuliskannya.

b.   Menulis itu adalah sebuah karya otak yang holistik. Tulisan yang mengandung emosi maka kekuatan otak kita menjadi sangat tinggi

c.        Banyaklah membaca agar memperkaya kosakata dan khasanah. Fokuslah membaca buku yang sesuai dengan genre kita. Dengan banyak membaca maka ketika kita menulis kata per kata akan mengalir dengan sendirinya.Tulisan yang bagus itu tulisan yang mengalir begitu saja sehingga ketika dibaca terasa nyaman Tidak ada aturan dalam menulisBagaimana cara memahami pikiran dan menghipnosis pembaca  Ketika pembaca, membaca tulisan atau buku kita, apa yang ada dalam pikiran dan persepsinya belum tentu sama dengan kita. Ada dua hal alasannya, yaitu Pertama : Pembaca mempersepsikan sesuai dengan peta pikiran dan pengalaman referensi yang mereka alami tentang hal yang kita bicarakan, padahal kita  mempunyai persepsi sendiri yang berbeda. Kedua : Filter dalam memandang orang lain. Ketika penulis kurang terkenal maka filternya makin kuat. Perlu strategi tertentu untuk menyamakan persepsi kita dengan pembaca. Agar pembaca respon terhadap tulisan kita antara lain : 

  1. Tulislah hal-hal yang sedang aktual dan ramai dibicarakan. 
  2. Tulisan kita berkaitan dengan pengalaman pribadi yang unik dan menarik. 
  3. Kenalkan temuan atau ilmu baru yang belum banyak diketahui oleh khalayak umum. 
  4. Gunakan sudut pandang yang baru dalam menyampaikan tulisan kita

  Sesi tanya jawab tergambar pertanyaan yang sangat beragam dan mencerminkan sebuah pengalaman menulis dari para peserta belajar menulis. Pertanyaan diawali dengan Tulisan yang disukai pembaca adalah buku yang bisa menembus critical area pembaca adalah buku-buku yang mengandung inspiratif, unique, sensasional, kontroversi, mengandung misteri, problem solving, dan mengikuti trend pasar. Selanjutnya bagaimana garis besar teknik riil hipno writing misalnya membuat narasi manfaat, keuntungan, harapan, menyanjung, memberi model, dll. Bagaimana cara  menuntaskan tulisan dibagian ending pada situasi  hilangnya ide, sibuk memikirkan isi tulisan agar tidak lari dari tema, dan hal yang lainnya. Jika sedang menulis jangan terlalu banyak mikir, mengalir saja seperti sedang curhat dalam hati. Setelah tulisan kita selesai baru dibaca ulang dan ditambah atau dikurangi ( direvisi ). Sebaiknya cari model di media, gaya-gaya penulisan yang viral dan disukai orang banyak. Kemudian pilih yang genrenya paling cocok dengan selera kita.

        Dari uraian di atas dapat kita ambil penggalan sebagai kesimpulan yaitu           sebagai berikut :

  •    Menulislah dengan ide-ide kreatif secara lepas menggunakan tehnik Freewraiting ) dan tidak terikat dengan teori dalam berbagai bidang keilmuan.
  •      Upayakan menulis sesuai dengan genre kita dan tulislah semua hal yang kita fahami    dan kuasai. 
  •      Buatlah personal branding untuk meyakinkan penerbit ternama seperti Gramedia dalam menerbitkan tulisan kita untuk bisa meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri.
  •     Menulis itu adalah sebuah pengungkapan segala perasaan hati yang merupakan karya otak bersifat holistik.
  •      Perbanyak membaca untuk memperkaya kosakata dan khasanah 
  •   Berusaha mengangkat hal-hal yang actual dan sedang ramai dibicarakan khalayak sehingga lebih mudah mendapatkan minat para pembaca. 
  •    Menulislah hal yang baru ( keterkinian yang belum banyak diketahui  khalayak umum dan bersifat unik serta menarik. 
  •     Tulisan yang bagus adalah tulisan yang mengalir begitu saja dan nyaman dibaca oleh para pembaca.

 

 

 

 

 

 

Selasa, 21 Juli 2020

ENAM HURUF AJAIB

Kuliah ke 22 malam ini disampaikan oleh Akbar Zainudin dengan bahasan utama tentang”Langkah langkah menulis buku”. Berprofesi sebagai  pengajar, mengajar di berbagai lembaga sebagai trainer. Terkadang mengajar di sekolah, pesantren, perguruan tinggi, instansi pemerintah, dan juga swasta. Materi yang saya kuasai berkisar pada motivasi; motivasi belajar, motivasi menulis, motivasi bekerja, motivasi mengajar, motivasi berwira usaha, dan motivasi hidup. Pada  menulis buku yang pertama yaitu, "Man Jadda Wajada". Dari situ  bergerak lebih jauh mengembangkan  menjadi buku dan materi pelatihan.


Ada Enam langkah yang sudah diringkas materinya menjadi singkatan TOJTRP ( 6 huruf ajaib kata moderator ) yaitu Tema, Outline, Jadwal, Tulis, Revisi, Penerbit.

1.    Langkah pertama adalah T. Tentukan TEMA tulisan. Setiap buku harus punya tema besar, baik buku fiksi maupun non fiksi. Tema akan menjadi rel yang mengikat kita dari awal tulisan hingga akhir. Tema ini satu saja. Misalnya kerja keras, romantisme, cara belajar, dan sebagainya. Menurut bapak Akbar karena tema terkait branding maka sebaiknya  untuk fokus menulis satu tema tertentu, agar kita dikenal ahli dalam tema tersebut. Kalau temanya berubah-ubah, nanti orang bingung, kita ini sebenarnya ahli dalam bidang apa

2.       Langkah kedua adalah O. Buatlah OUTLINE atau Daftar isi. Gunanya outline:

a.       Agar tulisan kita terarah.

b.      Bisa buat jadwal dan target.

c.       Menghindari "ngeblank" pada saat menulis.

d.      Agar bukunya selesai.

Kalau tidak ada daftar isi, akan sulit bukunya bisa selesai. Inilah salah satu hal penting yang sering diabaikan orang. Merasa sudah tahu apa yang ditulis, akhirnya tidak ada outline dan langsung menulis. Akibatnya, tulisannya tidak terarah, “melenceng” dan “lari” ke mana-mana, tidak tahu jalan akhirnya. Bukunya akan selesai? Tentu tidak. Banyak ide itu bagus, tetapi yang jauh lebih bagus adalah ide yang difokuskan. Cara memfokuskan ide adalah dengan membuat outline. Bagaimana Cara Mengembangkan Daftar Isi (outline) tetap menerapkan prinsip 5W dan 1 H.

Alur Cerita. Gambarkan alur cerita dari awal hingga akhir. Potongan ceritanya seperti apa. Di mana akan membangun cerita emosionalnya, di mana sedihnya, di mana senangnya. Terus ending cerita seperti apa, apakah happy ending, sad ending, dan sebagainya.Membuat outline ini bisa langsung dituliskan outlinenya atau bisa dengan beberapa alat bantu. Biasanya digunakan mindmap untuk membantu membuat daftar isi. Hal ini harus dikerjakan agar ada rel ke mana tulisan kita, biar selalu ada arah kalau kita menemui jalan buntu, dan ini yang paling penting; bisa membuat jadwal agar buku cepat selesai.

Buku lain yang ingin dibedah daftar isinya adalah buku "Ketika Sukses Berawal dari Pesantren". Target buku ini adalah para santri, umur SMP dan SMA.

Karena itu, buku ini harus sederhana, ringan, bisa dibaca oleh pembaca dalam rentang umur tersebut, dan tetap bobot isinya tinggi. Maka mulai dengan cara yang sama; menguraikan WHAT, WHY, dan HOW.

a.       Apa itu sukses.

b.       Apakah bisa anak pesantren itu sukses?

c.        Kisah-kisah sukses alumni pesantren.

d.      Sukses itu apa menurut pesantren?

e.       Bagaimana caranya agar kita sukses?

f.        Apa yang harus kita lakukan mulai dari sekarang?

Dari poin-poin itu dijabarkan lebih detail lagi menjadi daftar isi yang cukup lengkap. Daftar isi ini lalu dituliskan satu per satu, maka jadilah buku "Ketika Sukses Berawal dari Pesantren".Buku ini alhamdulillah sekarang sudah terjual lebih dari 25.000 eksemplar di seluruh Indonesia

 

Satu lagi, buku saya yang saya khususkan untuk panduan menulis buku, judulnya "UKTUB: Panduan Lengkap Menulis Buku dalam 180 Hari".Buku ini merupakan rangkuman best practices sebagai penulis sekaligus motivator handal yang ingin ditularkan kepada kita semua.

Rahasia bapak Akbar Zainudin menjadi penulis sukses terangkum lengkap dalam buku ini. Semua pertanyaan dan keingintahuan tentang dunia penulisan, perbukuan, dan penerbitan dijawab secara lengkap dan jelas di buku ini. Jika Anda serius mempraktikkan isi buku ini, dijamin Anda akan menjadi penulis sukses hanya dalam 180 hari!"Judul buku ini sangat tepat karena semangat Iqra’! (Bacalah!) sebaiknya diikuti dengan Uktub! (Tulislah!). Bacalah buku senior saya di Gontor ini, untuk belajar kiat-kiat menulis, dari proses menangkap ide sampai menerbitkan buku yang bagus dan laris" Saya bagi buku UKTUB ini dalam beberapa bagian besar yaitu Sikap Mental, Motif Menulis, Mencari Ide, Apa yang Ditulis, Bagaimana Menulis, Mengenal Pembaca, Mengenal Penerbit.

1.      Langkah ketiga adalah J. Buatlah JADWAL penulisan.Kalau daftar isi sudah dibuat, misalnya ada 30 judul artikel atau plot cerita, mulailah membuat jadwal secara riil. Katakan 1 tulisan jadwalnya seminggu selesai, buatlah jadwalnya dari 30 tulisan itu kapan mau selesai.  Dengan kita membuat jadwal, maka akan memudahkan kita untuk mengontrol dan mengevaluasi dari hasil tulisan kita.

Cara membuat jadwal

3.1. Buatlah tabel dengan 4 kolom, yang berisi No-Judul Artikel-Target Lama Menulis-Tanggal-Keterangan

3.2. Isi Nomer

3.3. Isi Judul Artikel

3.4. Perkirakan Berapa Lama (Berapa Hari) Artikel akan Ditulis

3.5. Buat sesuai dengan tanggal yang ada saat ini.

3.6. Isi Keterangan dengan apakah sudah selesai ditulis atau belum.

Jadwal menulis ini menentukan. Kalau ada jadwal, kita bisa mengacu pada jadwal tersebut dan bisa mendisiplinkan diri sendiri. Karena kita tahu di mana akhirnya, kapan draft naskah kita akan selesai. Kalau tidak ada jadwal, kita tidak pernah tahu perkiraan draft naskah kita kapan selesai.

2.      Langkah keempat adalah T. TULISKAN. Outline sudah ada, jadwal juga sudah ada. Berikutnya adalah tuliskan sesuai outline dan jadwalnya. Di sini, disiplin diri dan komitmen yang akan menentukan apakah tulisan kita akan selesai atau tidak. Tulis dan selesaikan semua judul artikel terlebih dahulu. Jangan terpaku untuk satu tulisan sampai sempurna.

3.      Langkah kelima adalah R,  REVISI. Revisilah tulisan kalau semua draft tulisan sudah selesai. Jangan terpaku hanya satu judul sampai sempurna. Kalau kurang-kurang sedikit, tidak apa-apa. Tahap pertama adalah menyelesaikan semua draft buku. Tahap kedua, baru revisi. Apa saja yang perlu  direvisi yaitu data dan informasi yang kurang,

tata bahasa, gaya tulisan disamakan dari awal hingga akhir serta yang terakhir adalah

judul artikel buatlah judul-judul yang menarik.

4.      Langkah keenam adalah P kirim ke PENERBIT.

Apa yang menjadi pertimbangan penerbit?

Paling utama adalah bukunya laku atau tidak. Ini menyangkut kebutuhan masyarakat pembaca. Apakah pembaca butuh buku kita, Siapa yang butuh, Berapa banyak orang yang butuh, Buku kita menjawab kebutuhan apa, Semakin besar kebutuhan masyarakat akan buku kita, maka peluang diterbitkan semakin besar.

            Karena itu, sebagai penulis kita mesti memahami buku kita siapa yang akan beli, dan siapa yang kira-kira akan baca. Hal kedua adalah apa yang bisa membedakan buku kita dari buku sejenis. Apa kelebihan kita dibandingkan dengan buku sejenis. Kita harus mampu menjawab pertanyaan ini. Karena hal itu yang akan menjadi pertanyaan dan juga pertimbangan penerbit. Ketiga, pertanyaan penerbit adalah, apa yang akan Anda lakukan untuk membantu pemasaran buku. Harus punya jawabannya. Misalnya iklan di Medsos, Seminar, Pelatihan, Diskusi Buku, Membangun Komunitas, Dan Sebagainya.

            Apakah perlu membayar kepada penerbit? Kita tidak perlu membayar ke penerbit. Bahkan kita mendapatkan uang ROYALTI. Rata-rata royalti adalah 10% dari buku yang terjual.

            Bagaimana cara mengirim naskah. Naskah harus sudah jadi. Diprint, dikirim dengan hard copy dan soft copy dalam bentuk CD atau Flash Disk. Kabar diterima atau tidak sekitar 3 bulan.

            Dalam sesi tanya jawab terdapat tambahan ilmu mengenai sumber inspirasi pada sebuah buku. Kisaran inspirasi berasal dari pengalaman pribadi antara 30 – 60 persen namun bisa jadi 80 persen jika menuliskan novel dari kisah nyata. Maka sebagai penulis harus memiliki pengalaman yang cukup beragam untuk dapat menginspirasi hal ini melatih kepekaan hati dan pikir yang dapat menambahkan rasa dan karsa dalam sebuah tulisan. 

            Terungkap pula bagaimana membatasi dan menghilangkan keraguan atas tema yang dipilih. Maka yang paling penting untuk mengatasi semua itu adalah pilihlah tema yang kita senangi dan kita kuasai sehingga tidak akan memunculkan kekhawatiran seperti sudah ada yang menulis, menemui jalan buntu, tidak ada refernsi dan tidak menarik.Kalaupun tidak kita kuasai sekarang, kalau kita senangi kita akan mau bekerja keras mencari bahan-bahan yang bisa buat kita tulis. Apakah ke perpustakaan, mencari di internet, bertanya dengan para ahli, dan sebagainya. Tentukan saja temanya, buat kerangkanya, dan mulailah menulis. Ketakutan-ketakutan itu seringkali hanya ada pada pikiran kita.

  Untuk menjaga  menjaga konsistensi supaya tidak kehabisan ide menurut bapak Akbar Zainudin adalah :

1.      Banyak baca buku.

2.       Latihan menulis setiap hari. Jadwalkan setiap hari menulis 15 menit saja. Disiplin. Nanti akan terlatih untuk bisa menuliskan berbagai ide secara baik.

3.      Ikut seminar dan pelatihan.

4.       Upload tulisan di blog dan medsos.

5.      Punya mentor menulis.

            Terbersit tanya dalam ragu diri mengapa harus menulis dengan usia yang sudah tidak muda lagi. Tidak ada kegiatan yang langsung berkaitan dengan kemampuan mempertahankan otak kita selain membaca dan menulis. Menulis adalah tentang kebahagiaan. Kalau kita tumpahkan semuanya dalam tulisan, indah sekali hidup ini. Menulis buku itu warisan terbaik kita. Di situ kita bisa cerita apa saja. Harapan kita, "unek-unek" perasaan kita. Bebas saja menulisnya. Menulis adalah tentang berbagi kebaikan. Jika kebaikan itu bisa dibagi, terus menerus dibaca orang, kebaikan itu akan terus menjadi pahala, bahkan kalau nanti kita sudah tiada. Menulis itu membuat kita lebih sehat. Kita setiap hari bangun dengan semangat baru, ada target baru yang harus kita selesaikan. Apalagi yang menyenangkan hidup kita selain bersemangat setiap hari. Tidak ada kata terlambat segera mulai kalau sekarang mulai tidak ada kata terlambat.

            Materi ini sangat menginspirasi khususnya saya yang tergolong tidak muda lagi difaktor usia. Itulah maanfat kita berkomunitas dalam kegiatan belajar menulis bersama Om Jay untuk saling memberikan semangat sehingga kegiatan dan hambatan menulis selalu dapat solusi terbaik sehingga umur tidak menghambat produktivitas kita dalam menulis.

           

 

 


Rabu, 15 Juli 2020

BENARKAN NIAT MENULIS


BELAJAR MENULIS GELOMBANG 11

RESUME  :20

DISAMPAIKAN  :  Rabu 15 Juli 2020

PERESUME  : Nanik Yuliani, M.Pd

            Bapak M. Anwar Djaelani ayah tiga anak ini lahir di Pamekasan yang tahun ini genap berusia 58 tahun. Menyelesaikan S2 Ilmu-ilmu Sosial di Universitas Airlangga (2003). Sejak SMA aktif di organisasi sosial-keagamaan. Hingga saat ini aktif diberbagai organisasi keagamaan. Menulis artikel sejak 1996 dan telah menerbitkan banyak buku baik solo maupun kroyokan. Banyak buku ditulis mengenai keagamaan. Menulis diawalinya sebagai penulis artikel.

        Menurut bapak Anwar menulis artikel adalah sebuah ketrampilan. Kita akan trampil jika rajin berlatih. Sikap giat berlatih akan muncul hanya jika ada motivasi yang kuat. Bagi umat Islam, misalnya, motivasi bisa muncul dari keinginan untuk mengamalkan QS Al-Alaq 1-5. Di situ, ada petunjuk agar kita aktif membaca sekaligus ada pula rangsangan untuk gemar menulis. Warnai dunia dengan menulis.

Semangat bisa semakin tinggi jika melihat fakta menarik di sekitar kita. Bahwa, aktif menulis artikel bisa bermuara kepada lahirnya buku demi buku. Bahwa, trampil menulis artikel dapat bermuara untuk juga cakap menulis buku. Banyak membaca adalah modal utama penulis. Dengan sering membaca seseorang akan :

1.      Mendapatkan pengetahuan / wawasan baru.

2.      Tterbit ide untuk menulis sesuatu sebagai pengembangan dari apa yang sudah dibacanya.

3.      Memperkaya perbendaharaan kata.

            Sungguh, tulisan itu sangat besar pengaruhnya. Lihat ungkapan salah satu seorang pendiri Pesantren Gontor KH Imam Zarkasy (1910-1985) berikut ini. Bahwa, andai tak punya murid, “Saya akan mengajar dunia dengan pena”. 

            Tentang Niat dan Pembiasaan. Kita perlu membiasakan diri untuk terus menulis dan itu harus didasari pada sebuah niat yang benar. Tatalah niat kita lebih dahulu. Apa motivasi kita menulis.

            Tema untuk dikembangkan menjadi artikel cukup mudah kita dapatkan karena banyak tersedia di sekeliling kita. Tema bisa berasal dari isi koran, majalah, televisi, dan internet. Agar bisa dimuat di media tema tulisan harus aktual dan menarik perhatian publik. Jika dua hal itu sudah dipenuhi, maka syarat pertama agar artikel kita dimuat media sudah terpenuhi. Tinggal syarat yang lain seperti, misalnya, orisinalitas gagasan, kekuatan argumentasi, dan kecermatan berbahasa.

            Tema akan datang mengalir deras, terutama jika kita sudah membiasakan diri untuk menulis. Nyaris di setiap kita membaca, melihat, atau mendengar sesuatu yang tak biasa biasanya lalu terbit ide untuk mengartikelkannya

            Setelah tema tulisan kita tetapkan membuat outline (kerangka karangan). Langkah ini diperlukan sebelum kita menulis secara lengkap. Outline kita buat untuk memudahkan pengembangan penulisan. Pada dasarnya, alur menulis itu terangkai dalam “Tiga Besar” yaitu pendahuluan, pembahasan, dan penutup. Di pendahuluan kita sampaikan secara ringkas masalah apa yang akan kita bicarakan. Lalu, di pembahasan, kita urai dan analisis masalah yang kita paparkan di bagian pendahuluan. Kemudian, di penutup, berilah kesimpulan dan saran berdasarkan uraian dan analisis sebelumnya. Contoh Outline:

Tetap Berseri-seri Belajar di Masa Pandemi

•           Pandemi Covid-19, ujian bagi semua (1 paragraf)

•           Manusia selalu diuji dengan bentuk beragam (2 paragraf)

•           Sekilas Covid-19 (1 paragraf)

•           Dampak negatif Covid-19 secara umum (2 paragraf)

•           Dampak negatif Covid-19 di dunia pendidikan (3 paragraf)

•           Sudut pandang agama, bersama kesulitan ada kemudahan (2 paragraf)

•           Berbagai pilihan cara belajar di saat pandemi (4 paragraf)

•           Penutup / kesimpulan; Tetap optimis di situasi apapun (1 paragraf) 

          Total, ada 16 paragraf

            Setelah diberikan contoh outline oleh pemateri para peserta diberikan tantangan untuk berlatih membuat outline secara dadakan. Luar biasa outline para peserta sangat bagus dan telah menyerap ilmu dari bapak Anwar. Sebuah outline tidaklah mutlak harus menjadi harga mati namun bisa berubah namun perubahan janganlah terlalu drastis ungkap bapak Anwar .

            Tanya jawab dengan parapeserta belajar menulis begitu terjalin dengan lancar dengan pertanyaan yang berkwalitas dan jawaban yang berbobot untuk bertambah wawasan tentang kepenulisan. Diakhir paparan bapak Anwar memberikan statmen bahwa percuma mengikuti pelatihan pelatihan menulis, percuma membaca panduan panduan menulis jika tidak menulis maka Sekarang, tak perlu kita tunda-tunda lagi. Untuk bisa menulis artikel dan kemudian buku, tak ada kiat yang paling manjur kecuali apa yang dikenal sebagai “Tiga M”: Mulai, mulai, dan mulailah!. Tetap semangat menulis.