Rabu, 08 Juli 2020

BERSAMA KITA HADAPI

GANTUNGKAN DI PAGAR

            Pagi ini tidak seperti pagi pagi sebelumnya, olah raga di luar rumah diurungkan dulu karena adanya tetangga depan rumah yang salah satu anggota keluarganya dinyatakan positif covid 19. Alhamdulillah info dari keluarganya menyatakan keadaan mulai membaik demam sudah mulai turun juga batuk sudah mulai berkurang. Namun rapid tes  anggota keluarga yang lain baru dilakukan tadi malam dan hasilnya belum kami ketahui. Ternyata rapid ditunda sampai hari kamis atau dua hari lagi.

            Entah apa yang menyebabkan sehingga untuk sementara tidak dulu keluar rumah karena mengingat akses keluar rumah kami berhadapan langsung dengan rumah tetangga tersebut. Mungkin tepatnya kami berhati hati tetapi serasa berlebihan. Namun jujur di dalam hati ada pula terbersit rasa takut karena beberapa hari yang lalu memang ada kontak dengan anggota keluarga yang berumur 3 tahun, dimana saat ini si balita ini sedang kondisi batuk dan pilek.

            Informasi dari salah satu anggota keluarga bahwa yang positif ini awalnya mengalami batuk pilek biasa dan demam, dengan suhu tubuh tidak stabil. Dengan kondisi seperti itu langsung diambil tindakan untuk isolasi mandiri. Mendengar informasi di kantor tempatnya bekerja ada beberapa yang sudah dinyatakan positif maka diapun disarankan untuk rapid tes. Saat menjalani rapid tes suhu badan sedang tinggi ternyata hasilnya reaktif maka dilanjutkan dengan swab tes. Pada saat menjalani swab tes sedang batuk yang sangat parah ternyata hasil swab dinyatakan positif covid 19.

            Memang dalam kurun waktu saat mengalami gejala sakit dia sudah menjalani isolasi mandiri. Hal itu terbukti bahwa hasil rapid tes dari suaminya yang seorang dokter di sebuah puskesmas  adalah non reaktif. Semoga tes dari anggota keluarganya yang lain juga non reaktif. Informasi dari bapak RT di wilayah kami bahwa untuk tracing lingkungan terdekat menunggu hasil rapid tes anggota keluarga.

            Cemas dan gelisah berlebihan tidak menyelesaikan masalah maka lebih baik berpikir positif karena pikiran adalah merupakan doa. Maka pagi ini mencoba membuat cemilan naged pisang yang sudah disiapkan dari semalam. Mencoba berbagi dengan tetangg sebagai teman minum teh atau kopi dipagi hari. Ternyata saya mengalami apa yang sering saya  saksikan di televisi atau sosial media yang lain yaitu menggantungkan pemberian bantuan kita dipagar rumah pada keluarga yang sedang isolasi mandiri.

            Alhamdulillah di tempat tinggal kami warganya memiliki hubungan sosial yang cukup baik sehingga inisiatif untuk membantu selalu muncul secara spontan dalam bingkai kebersamaan. Semoga semua ini dirasakan sesama warga dengan turut membantu menghadapi pandemi karena pandemi menguji rasa empati dan gotong royong yang sebenarnya secara utuh.

 

                                        Mataram Rabu 8 Juli 2020


3 komentar:

  1. Mantapp bu nanik. Makin keren resumenya

    BalasHapus
  2. Menunda kontak dg tetangga yg dinyatakan reaktif adlh langkah yg tepat demi terhindar dr wabah ini

    BalasHapus