Selasa, 23 Juni 2020

NENEK GURU

NENEK GURU

            Setelah aktifitas shubuh kita semua bergegas bersiap untuk melakukan olah raga pagi. Berencana menggunakan sepeda pagi ini namun sepertinya batal karena salah satu roda sepeda kami ada yang kempes maka diputuskan jalan saja. Bertemu dengan beberapa tetangga namun berlawanan arah perjalanan kita. Jalanan semakin ramai sepertinya new normal sudah mulai dijalani. Tampak hampir semua yang ditemui di jalan menggunakan masker. Banyak masker yang dikenakan lucu lucu mereka menyebutnya masker karakter. Menarik sekali karena terlihat terutama anak anak sangat senang memakainya. Yang perlu diberikan pemahaman pada mereka adalah tentang fungsi masker adalah melindungi diri dan orang lain dari bahaya penyebaran virus. Sedang karakter masker adalah bagian dari sekedar pilihan yang disenangi. Yang tidak kalah pentingnya adalah masker tidak boleh bertukar dengan siapapun karena sifatnya adalah sangat pribadi. Mengapa perlunya menanamkan hal ini karena sikecilku mengatakan bagus sekali kalau bertemu orang yang menggunakan masker dengan karakter kartun kesukaanya.

            Berharap keramaian berolah raga pagi dengan mengikuti ajuran kesehatan protokol covid membuat badan lebih bugar. Menyapa beberapa tetangga yang bertemu di jalan adalah bonusnya. Terasa sekali sosial dan fisical distansing yang kita patuhi sehingga kita hanya just see hallo kata orang bule. Mungkin karena belum terbiasa saja jadi terasa aneh. Sepanjang jalan menatap sang surya yang masih malu menampakan sinarnya namun telah nanpak kecantikan semburat warna emasnya mencoba menyelesaikan rute memutar di perempatan untuk arah kembali ke rumah.

            Ditengah perjalanan kembali ditegur seseorang dengan keluarga kecilnya sepertinya saya tidak tanda karena menggunakan masker. Ditengah saya masih berpikir siapa yang menegur ini , dia menyebutkan bahwa dulu murid saya waktu di SMP. Saat ini dia bekerja sebagai dokter di rumah sakit Bhayangkara dan telah memiliki satu orang putra yang akan masuk SMP dan satu oarang putri yang masih sekolah di taman kanak kanak. Terjadi obrolan diantara kami tentang PPDB ternyata sang anak ingin masuk di sekolah sang ayah dulu sekolah. Dengan sistem zonasi maka tidak dapat masuk karena memang bukan zonasinya namun bersyukur anandanya  masuk melalui jalur prestasi karena waktu SD pernah menjadi juara OSN IPA sampai tingkat Propinsi.

            Tidak terasa perjalanan sudah hampir mendekati gang rumah sehingga kitapun berpisah. Sepanjang jalan menuju rumah  kembali kita meriah dengan ada yang saling berkejaran. Namun dalam hati terasa bahwa diri ini sudah tua alias sudah puluhan tahun berprofesi sebagai guru karena setiap kali bertemu dengan siswa  yang sudah berkeluarga bahkan yang anakanya menjadi siswa kita ibaratnya menjadi nenek guru. Kadang rasa itu muncul sebagai spirit untuk mengabdi dengan lebih baik namun ada kalanya muncul diri sudah waktunya menanti pensiun. Namun pagi ini spirit yang muncul adalah ingin berkarya tanpa memikirkan lamanya pengabdian namun ingin mengisi pengabdian ini dengan lebih baik dan bermanfaat untuk sesama dengan nilai positif yang terus bertambah. Mari kita buat minuman pagi sebagai penyemangat hari setelah meminum air putih sebagai penawar haus dan kesehatan tubuh setelah berolah raga. Ya Robbi terimakasih atas berkahMu pagi yang indah ini.

Mataram  Rabu 24 Juni 2020


3 komentar:

  1. Nenek guru... julukan yang indah Bu☺️

    BalasHapus
  2. wah brarti saya juga dah nenek guru ya.... dah ngajar anaknya bbrp siswa saya dl. bagus bu ...

    BalasHapus
  3. 😊 sy juga hampir nenek guru bun

    BalasHapus