Sabtu, 20 Juni 2020

AKTIFKAN OTAK DENGAN MENULIS

BELAJAR  MENULIS GELOMBANG 11
                        RESUME 9
                                                            PERESUME; Nanik Yuliani, M.Pd

            Siska destiana yang lahir di Klaten 12 Desember 1985, yang muda yang cemerlang dengan segudang karya yang patut digali pengalamannya. Meski dengan segudang prestasi namun ibu Siska tetaplah seorang ibu rumah tangga yang memiliki kemampuan sebagai penulis buku (content writer ) dan freelance editor. Meski memiliki 3 orang buah hati dengan yang terkecil berumur 3 tahun namun waktu masih bisa terkelola dengan baik. Terbukti dengan mengalir ide dan prestasi.

            Ibu Siska memiliki beberapa alasan kenapa harus menulis, yang pertama adalah mengikuti sunnah rasul bahwa menulis dalam rangka menguatkan dan mengikat ilmu pengetahuan, tulisan kita merupakan”knwoledge Management”. Kedua adalah dengan tulisan menjadi bukti autentik jejak abadi  yang pernah kita lakukan. Ketiga adalah tulisan kita menjadi hak patent bagi sang penulis. Selain itu tujuan sederhana menulisnya adalah karena senang dan mengaktifkan otak.

                Ragam tulisan yang diperkenalkan ada dua macam yaitu fiksi dan nonfiksi. Nonfiksi adalah tulisan yang berdasarkan fakta dan data yang sesuai realita, yang akan dipertanggung jawabkan oleh penulis.Ragam non fiksi yang cepat dan mudah ditulis  yaitu :

1.      Berita adalah cerita atau keterangan mengenai kejadian atau peristiwa hangat

2.    Esai adalah karangan prosa yang membahas masalah sepintas lalu dari sudut pandang pribadi penulisnya

3.      Catatan Perjalanan adalah tulisan tentang proses sebuah perjalanan atau ulasan tentang apa yang ditemui dalam perjalanan tersebut

4.     Artikel Informatif adalah tulisan yang berisi informasi tentang suatu hal yang bertujuan untuk menambah pengetahuan pembaca. Isinya murni informasi

5. Best Practice adalah tulisan tentang pengalaman terbaik dalam menyelesaikan suatu permasalahan. Biasanya dibuat oleh para pendidik atau mereka yang terlibat dalam dunia pendidikan

     Persiapan yang dilakukan dalam menulis adalah mengeluarkan apa yang berseliweran dipikiran kita. Biasanya menggunakan mind mapping sederhana yang bertujuan agar ketika menulis tidak tersesat dan tidak ada materi yang terlewatkan untuk dituliskan. Biasa juga disebut dengan kerangka kasar tulisan. Setelah semua isi pikiran dikeluarkan lalu disusun dengan meletakkan tepat pada bagian pembuka tengah dan penutup. Setelah semua selesai ditulis kemudian akan diendapkan dulu tulisan minimal 15 menit saja. Tujuan mengendapkan ini adalah untuk mengistirahatkan otak agar lebih fres dan logis. Langkah selanjutnya adalah baca tulisan kita, biasanya setelah otak lebih jernih maka akan lebih teliti saat membaca ulang, juga sekalian self editing kita lakukan terlebih dahulu. Setelah semua oke barulah di posting atau dipasarkan kata singkatnya.

            Tentang menulis fiksi diberikan kiat kiat  pertama, perlu banyak membaca karya fiksi orang lain sehingga memicu otak kita berimajinasi dan membangun cerita yang menarik. Hal yang perlu diperhatikan adalah saat menyajikan konflik jangan sampai tersesat atau hingga terlalu jauh dari realita yang kita sendiri tidak memahaminya. Sebaiknya ambil konflik konflik yang kita kenali yang ada dalam sekitar kehidupan kita inilah inspirasi yang tak akan pernah kering

            Tentang penulisan berita disampaikan bahwa pertama harus terpenuhi yaitu 5W + 1H ( Who, What, When, Where, Why dan How ). berita harus bisa menceritakan siapa melakukan apa, kapan dan di mana dilakukannya, mengapa melakukan itu, dan bagaimana ia melakukannya. Yang kedua adalah tentang faktualisasi dalam berita makin cepat berita dapat dinikmati khalayak maka berita makin diminati. Kemudian faktualitas, ini bicara tentang kebenaran. Jadi sebuah berita harus benar-benar berdasarkan peristiwa nyata. Makin dekat sebuah berita dengan keseharian khalayak, biasanya akan makin diminati. Terakhir, kemampuan menulis kita berbanding lurus dengan kemampuan membaca. s Jadi, makin banyak  membaca berita, maka  akan lebih mudah memproduksi diksi kata yang menarik pada naskah berita kita.

            Untuk menghindari kebuntuan pemikiran saat menulis istilahnya writer block. Bisa kita lakukan googling, ada banyak sekali kiat yang dituliskan para penulis kawakan tentang bagaimana mengatasi hal itu. Dapat pula  rehat sejenak  dan melakukan hal lain yang merupakan hoby. Biasanya setelah itu pikiran jadi jernih kembali. Tilawah Quran juga sangat membantu menstimulasi otak untuk bekerja lebih baik. Jika semua telah berkeseimbangan maka ide akan mengalir kembali seperti aliran air yang gemercik pelan namun pasti menyejukan para pembacanya.

 


9 komentar: