Tampilkan postingan dengan label KEGIATAN LIBUR SEKOLAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KEGIATAN LIBUR SEKOLAH. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 11 Juli 2020

MEMASUKI TAHUN PELAJARAN BARU 2020/2021

Siap belajar dengan protokol covid 19

            Dalam berbagai kesempatan menteri pendidikan menyatakan bahwa tahun ajaran baru tetap akan dimulai 13 Juli 2020. Pernyataan tersebut meninggalkan tanya dalam benak kita semua.  Benarkah tanggal 13 Juli 2020 kita akan masuk sekolah seperti dulu lagi namun dengan ptotokol kesehatan. Hal  itu adalah pertanyaan dari peserta didik maupun orang tua.

            Bila kita amati sekolah   masih  di zona merah dengan peningkatan jumlah yang dinyatakan positif masih terus bertambah bahkan secara grafik belum melandai. Bahkan muncul klaster klaster baru penyebab bertambahnya yang terpapar covid 19. Hal ini membuat orang tua sangat khawatir untuk melepas putra putrinya menuju sekolah.

            Jika menyimak surat keputusan bersama 4  menteri no 4 tahun 20220 tentang kebijakan pendidikan dimasa pandemi dalam masa darurat penyebaran covid 19 adalah kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga dan masyarakat merupakan prioritas utama dalam menempatkan kebijakan pembelajaran. Menilik hal tersebut tentunya masalah pandemi covid 19 merupakan hal yang sangat serius dan perlu diwaspadai.

            Dalam surat edaran tersebut juga memuat tentang relaksasi kurikulum di masa pandemi covid 19. Jika pada kurikulum 2013 dengan mengejar target ketuntasan Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD). Sedangkan  pada kurikulum relaksasi menyatakan belajar dari Rumah melalui pembelajaran daring/jarak jauh dilaksanakan untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa, tanpa terbebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum untuk kenaikan kelas maupun kelulusan.

     Belajar dari Rumah dapat difokuskan pada pendidikan kecakapanhidup antara lain mengenai pandemi Covid-19. Aktivitas dan tugas pembelajaran Belajar dariRumah dapat bervariasianta rsiswa, sesuaiminat dan kondisi masing-masing, termasuk mempertimbangkan kesenjangan akses/ fasilitasbelajar di rumah. Bukti atau produk aktivitas Belajar dari Rumah diberi umpan baik yang bersifat kualitatif dan berguna dari guru, tanpa diharuskan memberi skor/ nilai kuantitatif.

         Strategi pembelajaran yang dituangkan dalam surat edaran tersebut dengan adaptasi pembelajaran berbasis aktifitas, proyek dan masalah. ketiga komponen tersebut dapat diaktualisasikan dalam kegiatan antara lain literasi dan numerasi, pendidikan kecakapan hidup, penanganan covid 19, PHBS, Germmas, spiritual dan  keagamaan, aktifitas fisik, rekreasional serta penguatan karakter dan budaya. Dimana semua hal tersebut bersifat kontekstual, kongkrit sehingga bermakna bagi kehidupan.


Kamis, 09 Juli 2020

BUDAYAKAN PROTOKOL COVID 19


            Akhirnya berita itu didapat juga , yang selama ini menjadikan kita merasa was was yang luar biasa padahal kita tahu  bahwa was was itu adalah  disukai setan karena akan menuju kesesatan. Sebenarnya lebih tepatnya bukan was was tapi waspada terhadap masivnya penyebaran covid 19. Semoga saja bukan berlebihan menyikapi.

            Hari ini masih seperti kemarin berusaha membantu tetangga yang masih melakukan isolasi mandiri, karena menanti jadwal untuk rapid tes setelah adanya salah satu anggota keluarga tetangga yang dinyatakan positif atas hasil swab tesnya. Hasil swab tes positif bersamaan dengan 8 orang dari tempatnya bekerja yaitu sebagai teler di BRI cabang Mataram.

            Serasa menjadikan sebuah keluarga besar warga bersama sama membantu keluarga yang sedang menjalani isolasi mandiri. Hingga timbul tanya dalam hati Ya Allah apakah covid 19 ini sebagai ujian untuk rasa gotong royong kami yang sudah mulai pupus. Begitu kebersamaan nampak lekat tanpa tedensi apapun ikhlas agar yang isolasi diri tetap berjalan dengan baik.

            Hasil rapid tes seluruh anggota keluarga tetangga dinyatakan non reaktif sehingga para tetangga dapat bernapas lega. Sedang ibu muda yang dinyatakan positif covid 19 kondisi semakin membaik dengan derajad serangan covid  19 dengan kategori ringan. Meski demikian tadi pagi dilakukan ronggen bagian thorax untuk memantau penyebaran covid 19 namun hasil belum keluar.

            Semakin berpikiran bahwa masa penyebaran covid 19 ini masih cukup masiv setelah merasakan ada orang dekat tempat tinggal kita yang dinyatakan positif covid 19. Tepatnya kita semua harus memahami dan mengikuti dengan disiplin yang tinggi atas petunjuk pemerintah tentang protokol kesehatan covid 19. Sederhananya tuntutan protokol kesehatan membuat orang terkadang ceroboh dan cenderung meremehkan, hal inilah yang harus diluruskan memang belum menjadi budaya namun demi kesehatan kita bersama segeralah kita berubah dan membudayakan protokol kesehatan.

 

                                                     Mataram Kamis 9 Juli 2020


Rabu, 08 Juli 2020

BERSAMA KITA HADAPI

GANTUNGKAN DI PAGAR

            Pagi ini tidak seperti pagi pagi sebelumnya, olah raga di luar rumah diurungkan dulu karena adanya tetangga depan rumah yang salah satu anggota keluarganya dinyatakan positif covid 19. Alhamdulillah info dari keluarganya menyatakan keadaan mulai membaik demam sudah mulai turun juga batuk sudah mulai berkurang. Namun rapid tes  anggota keluarga yang lain baru dilakukan tadi malam dan hasilnya belum kami ketahui. Ternyata rapid ditunda sampai hari kamis atau dua hari lagi.

            Entah apa yang menyebabkan sehingga untuk sementara tidak dulu keluar rumah karena mengingat akses keluar rumah kami berhadapan langsung dengan rumah tetangga tersebut. Mungkin tepatnya kami berhati hati tetapi serasa berlebihan. Namun jujur di dalam hati ada pula terbersit rasa takut karena beberapa hari yang lalu memang ada kontak dengan anggota keluarga yang berumur 3 tahun, dimana saat ini si balita ini sedang kondisi batuk dan pilek.

            Informasi dari salah satu anggota keluarga bahwa yang positif ini awalnya mengalami batuk pilek biasa dan demam, dengan suhu tubuh tidak stabil. Dengan kondisi seperti itu langsung diambil tindakan untuk isolasi mandiri. Mendengar informasi di kantor tempatnya bekerja ada beberapa yang sudah dinyatakan positif maka diapun disarankan untuk rapid tes. Saat menjalani rapid tes suhu badan sedang tinggi ternyata hasilnya reaktif maka dilanjutkan dengan swab tes. Pada saat menjalani swab tes sedang batuk yang sangat parah ternyata hasil swab dinyatakan positif covid 19.

            Memang dalam kurun waktu saat mengalami gejala sakit dia sudah menjalani isolasi mandiri. Hal itu terbukti bahwa hasil rapid tes dari suaminya yang seorang dokter di sebuah puskesmas  adalah non reaktif. Semoga tes dari anggota keluarganya yang lain juga non reaktif. Informasi dari bapak RT di wilayah kami bahwa untuk tracing lingkungan terdekat menunggu hasil rapid tes anggota keluarga.

            Cemas dan gelisah berlebihan tidak menyelesaikan masalah maka lebih baik berpikir positif karena pikiran adalah merupakan doa. Maka pagi ini mencoba membuat cemilan naged pisang yang sudah disiapkan dari semalam. Mencoba berbagi dengan tetangg sebagai teman minum teh atau kopi dipagi hari. Ternyata saya mengalami apa yang sering saya  saksikan di televisi atau sosial media yang lain yaitu menggantungkan pemberian bantuan kita dipagar rumah pada keluarga yang sedang isolasi mandiri.

            Alhamdulillah di tempat tinggal kami warganya memiliki hubungan sosial yang cukup baik sehingga inisiatif untuk membantu selalu muncul secara spontan dalam bingkai kebersamaan. Semoga semua ini dirasakan sesama warga dengan turut membantu menghadapi pandemi karena pandemi menguji rasa empati dan gotong royong yang sebenarnya secara utuh.

 

                                        Mataram Rabu 8 Juli 2020


Senin, 06 Juli 2020

BERSAMA KITA BISA

TETAPLAH WASPADALAH

            Ibu muda ini berprofesi sebagai teler di BRI cabang di daerah kami dengan satu putra yang baru berusia 3 tahun dengan suami yang berprofesi dokter umum  yang bertugas di Puskesmas di kecamatan sebelah. Memang beberapa hari tidak nampak beraktifitas, tidak nampak keberangkatannya menuju aktifitas.

            Terakhir berkomunikasi melalui hp untuk meminta informasi tentang kartu ATM salah anggota keluarga di rumah yang mendadak tidak bisa digunakan sekitar tepatnya 9 hari yang lalu. Dari obrolan di telpon tersebut menyatakan bahwa sedang sakit flu dengan suhu badan yang naik turun. Beberapa hari tidak ke kantor lagi dan menyataka istirahat di rumah dengan mengambil cuti. Nampak  aktifitas anggota keluarga yang lain biasa saja yaitu berinteraksi seperti biasa. Bahkan adap bertetangga masih kental sekali, dengan menyapa bahkan kebersamaan anak anak di depan rumah saat pagi hari.  Olah raga pagi sekedar untuk menggerakan badan atau keliling komplek rumah kami kita lakukan bersama sama baik dengan jalan kaki maupun bersepeda.

            Pagi itu sang ibu muda dijemput oleh pihak gugus tugas penanganan covid 19 karena berdasarkan hasil rapid tes menunjukan reaktif dan hasil swab dinyatakan positif. Ternyata di kantor tempatnya bekerja ada 8 orang yang telah dinyatakan positif juga Melihat hal tersebut ada rasa khawatir yang dalam tentang keadaan keluarga kami yang sering kontak dengan anggota keluarga yang positif. Maklum kita bertetangga dan sama sama meliki anggota keluarga yang masih balita sepertinya sulit untuk tidak melakukan kontak.

            Hari ini pihak Puskesma selaku pihak yang menangani kasus ini akan melakukan tracing kepada para tetangga yang kemungkinan melakukan kontak dengan keluarga tersebut. Malang tak bisa ditaih untung tak bisa ditolak peribahasa inilah yang tepat menggambarkan rasa saat menerima berita bahwa kita harus ikut menanggung dampak yang ditimbulkan dari positifnya tetangga depan rumah ini.

            Informasi dari bapak ketua RT kalau dirasa perlu oleh pihak yang menangani kasus ini untuk dilakukan rapid tes amaka akan dilakukan jadi tergantung pada keadaan. Jadi bukan kita yang meminnta bisa dilakukan rapid tes atau tidak karena menurut informasi yang beredar tidak terlalu bagus beritanya tentang rapid tes ini jadi ada keraguan dihati namun sebenarnya dasar keraguan itu lemah.

            Hari ini tepat 7 Juli adalah hari perkawinan kami yang ke 35 tahun. Serasa sudah banyak yang dilalui baik suka maupun duka. Tidak terencana dan menduga bahwa akan kita lalui dengan rasa bimbang yang dalam tentang dampak langsung dari pandemi covid 19 ini. Semoga kita bisa melalui ini semua dengan izin Allah untuk segera mengangkat wabah ini sehingga kita dapat beraktifitas seperti biasa lagi. Aamiin

                                                                         Mataram  Selasa 7 Juli2020


Minggu, 05 Juli 2020

INDAHNYA BERBAGI

RASA SYUKURKU

            Serasa tak lepas dari rasa mensyukuri nikmat Allah disetiap hembusaan napas atas karunia dan kesempatan masih diberikan kehidupan. Memberu langit membentang dengan sinar yang surya yang keemasan, cantik luar biasa namun sedikit orang yang mampu menikmatinya karena kalau tidak hari libur maka kecantikan alam ini terlewatkan karena saat itu sudah harus mempersiapkan diri untuk ke tempat tugas karena saat ini jam menunjukan pukul 06.30 witeng.

            Indahnya sinar mentari yang masih malu menampakan kecantikannya terus menunjukan guratan warna aslinya. Kukayuh sepeda bersama ayah untuk menuju panti jompo yang tidak jauh dari tempat tinggal kami. Sebelumnya kami mampir ditoko serba ada yang buka 24 jam untuk membeli beberapa keperluan.

            Setiap minggu di panti jompo di hari Senin, Rabu dan Sabtu diadakan kegiatan senam lansia. Peserta senam dari warga panti jompo ataupun masyarakat sekitar. Semangat terasa dalam senam pagi bersama para manula ini karena cermin diri langsung nampak pada manula ini. Serasa diri melihat bayangan sejati tentang bagaimana saat diri ini saat seusiaa dengan para warga panti.

            Tanpa terasa air mata berlinang, terbayang betapa sepi kehidupan mereka disaat usia sudah renta. Banyak sekali para warga panti jompo yang sudah hidup sebatang kara atau memiliki anak namun anaknya tidak mau merawat orang tuanya karena adanya konflik dalam keluarganya. Begitu terasa berharganya sebuah keluarga saat usia kita sudah senja seperti warga panti ini. Bersyukur jika kita mampu merawat orang tua kita saat mereka sudah senja. Itulah salah satu pintu surga menurut rosulullah. Pintu surga ada di rumah kita jika kita mampu merawat dan membahagiakan orang tua kita di usia senjanya.

            Hari ini salah satu keluarga ada yang menghatamkan bacaan alquran, kebiasaan yang dilakukan dalam keluarga kami akan menyisihkan rezeki untuk yang kurang beruntung. Hari ini kami memilih untuk berbagi di panti jompo. Warga panti pagi ini kelihatan segar dan semangat berolah raga.

            Inilah kali pertama hadir di panti jompo sejak masa pandemi covid 19. Memang  senam pagi diadakan lagi  sejak 2 minggu yang lalu. Memasuki era new normal untuk mengikuti senam harus mematuhi  protokol kesehatan covid 19.  Beberapa warga panti tampak kesulitan menggunakan maskernya namun mereka tetap nampak gembira mengikuti gerakan senam yang dibimbing oleh instruktur dari petugas panti.

            Alhamdulillah niat sudah tersampaikan semoga para warga panti jompo selalu sehat dan dimasa tuanya selalu banyak tangan orang lain yang memberi kasih sayang meski mereka sudah sebatang kara. Aamiin Yarobbalallamin ….

 

                                                            Mataram  Senin 06 Juli 2020

 


Sabtu, 04 Juli 2020

KECAKAPAN HIDUP VS TARGET KURIKULUM

KISAH MENU SEDERHANA

            Pagi terasa lebih dingin dari hari hari biasa hal ini membuat terasa malas meninggalkan tempat tidur dan berselimut. Selepas sholat shubuh ingin kembali berselimut dan kucoba kembali untuk berbaring sambil mengusir rasa dingin. Namun ternyata yang terasa bukan hangat tapi rasa malas yang mulai merayap dan badan terasa tidak nyaman, kuputuskan untuk membuang selimut menggantinya dengan jaket dan mulai melakukan pekerjaan rumah.

            Untuk mengusir rasa dingin maka melakukan aktifitas yang banyak gerakan, maka kumulai dengan menyapu rumah dan merapikannya. Lumayan dingin mulai terusir karena  badan tersa lebih nyaman. Setelah menyapu berencana ingin bersepeda keliling komplek rumah ternyata gerimis lembut tengah menyapa maka kubatalkan niat bersepeda.

            Kegiatan di dapur sebagai pengganti bersepeda dimulai lebih awal karena hari ini berencana akan mengunjungi cucu yang tinggal di kampung sebelah, karena ibu dari cucu berulang tahun. Kubuat  menu sarapan sederhana yaitu tahu telur kecap kesukaan sibungsu. Menu sederhana ini memiliki posisi kedua disukai di keluarga setelah nasi goreng. Tahu di tempat kami kata orang sangat enak dan kebetulan tiap pagi ada langganan yang mendatangi komplek kami sehingga tahu selalu fresh.

            Dibalik menu sederhana ini ada sepenggal kisah yang tak terlupakan waktu itu si bungsu yang sekarang sudah tahun kedua jadi mahasiswa masih dudk di kelas IV  sekolah dasar.. Tahu telur kecap adalah menu yang pertama dibuatnya saat acara memasak di sekolah yang dilaksanankan di akhir semester dan biasanya dilaksanakan setelah ulangan semester. Sejak saat itu si bungsu sering membuat sendiri menu sederhana ini.  Selera makan bungsu dari kecil agak sulit makan, kalau makan menunya terbatas sekali. Sampai sekarang bungsu tidak suka masakan yang beraroma bawang. Jadilah agak susah untuk membuat menu untuknya.

            Sepenggal kisah tahu telur kecap ini mengingatkan akan mata pelajaran yang saya ampu yaitu IPA. Begitu padatnya kurikulum hingga kadang kita lupa kecakapan hidup apakah yang sudah kita berikan untuk peserta didik sebagai bekal dikehidupannya kelak. Tanya itu terus menggelayut betapa kita sibuk dengan target kurikulum namun lalai dengan bekal kecakapan hidup untuk peserta didik kita.

            Mari kita mengingat kembali apa yang sudah kita berikan untuk peserta didik kita. Semoga di saat yang tepat kita mampu memberikan yang terbaik  dan selalu dirindukan kehadiran kita oleh para peserta didik. Teruslah berjuang dan ciptakan semangat positif dalam kebersamaan bersama kita bisa.

            Bersyukur pada Allah yang maha kuasa atas kenikmatan yang masih bisa dirasakan pagi ini. Hari hari diawali dengan menulis kisah kisah sederhana. Mencoba menerapakan himbauan seoarang motivator dalam komunitas belajar menulis yaitu “Menulislah setiap hari dan lihatlah apa yang terjadi”. Semaga hari hari kita semakin penuh energi positif untuk memulai aktifitas. Aamiin ….

 

                                                           Mataram Minggu 5 Juli2020


UNDANGAN PERTAMA

UNDANGAN PERTAMA DI ERA NEW NORMAL

            Sore itu teman  yang sudah cukup lama  tidak pernah bertemu tiba tiba bertamu ke rumah inilah tamu pertama di saat new normal. Belum hilang rasa terkejut kami karena kehadiran seorang tamu, teman tersebut mengeluarkan seebuah kertas berbentuk segi empat berwarna putih bersampul plastik. Teman lama keluarga kami mengantarkan undangan pernikahan putranya.


            imbul tanya yang sangat besar dalam pikiran saat menerima undangan tersebut. Apakah memang hal penyelenggaraan resepsi perkawinan disaat era new normal dan terletak pada zona merah sudah diizinkan, dan apakah hai ini tidak akan menyebabkan  klaster baru penularan covid 19.

            Sepulang teman yang mengantar undangan terjadilah kebingungan yang luar biasa menyikapi undangan tersebut.  Apakah akan menghadiri undangan tersebut atau tidak menghadirinya. Memang dilemanya karena undangan diantar sendiri oleh yang memiliki hajad begitu suatu kehormatan yang besar untuk kami. Jika kita tidak hadir akan terasa tidak menghargai yang mengantar undangan. Namun jika hadir situasi masih di zona merah dan pasti akan sulit untuk mematuhi ptotokol kesehatan.

            Secara jujur saya sendiri agak ragu untuk menghadirinya namun ayah menyakinkan untuk menghadiri undangan tersebut dengan memperhatikan protokol kesehatan. Dengan bismillah dan dengan niatan karena Allah untuk menjalankan sunnah Rosulullah yang harus berusaha untuk dapat menghadiri undangan. Semoga tuan rumah yang mengundang memiliki pemahaman yang benar tentang protokol kesehatan demi terhindar penuluran covid 19.

Mataram Sabtu 4 Juli 2020

Jumat, 03 Juli 2020

MENDUA DALAM WAKTU YANG SAMA

                Tak terasa ikut kegiatan belajar menulis bersama Om Jay sudah membuat 15 resume sebagai tugas dan kewajiban untuk memperoleh sertifikat. Benar adanya diresume yang ke 13 sertifikat sudah dikirim melalui email Alhamdulilah. Membuat buku antologi bersama 42 penulis sedang beproses karena batas akhir pengumpulan naskah dalah 5 Juli 2020 artinya masih 2 hari lagi. Untuk tulisan  buku antologi tersebut sudah terselesaikan untukku. Namun adalagi buku antologi kedua namun dengan jumlah penulis yang lebih sedikit yaitu bersama 4 penulis. Untuk antologi ke 2 sedang beproses.

            Ternyata di 1 Juli 2020 kegiatan online dengan whatsApp untuk belajar  menulis artikel  untuk bisa dimuat dikoran juga dimulai dengan kegiatan selama 30 hari. Pertemuan dilakukan setiap malam  jam 20.00 witeng – 21.00 witeng. Namun tidak setiap kali pertemuan ada tugas yang harus dibuat. Di pertemuan ke 2 diberikan tugas untuk membuat 5 judul dari sebuah topik. Materi dalam kegiatan ini sudah diberikan secarah keseluruhan dalam bentuk fail power point di saat sehari sebelum mulai belajar. Sehingga saat penyampaian materi kita sudah memiliki gambaran tentang materi tersebut. Sehingga peserta tinggal menyusun pertanyaan.

            Kegiatan belajar menulis artikel sungguh  membuat saya belajar banyak dari pemateri tentang bagaimana membuat judul yang menarik hingga membuat pembaca tertarik. Dan hal tersebut langsung dipraktekan.

            Ada persamaan antara belajar menulis bersama OmJay dan belajar menulis artikel bersama kang Encon Rahman yaitu harus bermodalkan banyak membaca ternyata benar istilah membaca adalah jendela ilmu maka jika  ingin ilmu bertambah perbanyaklah membaca. Keduanya sama sama tentang kepenulisan dengan dasar dasar yang sama yaitu tekun sabar dan banyak membaca.

            Mengikuti kedua kegiatan tersebut membuat hari hari semakain berwarna dan begitu penuh tantangan. Dimana tantangan yang utama adalah melawan kemalasan diri sendiri serta menghindar dari virus kebosanan yang lebih berbahaya dari Covid 19.

           

Mataram Jumat 3 Juli 2020


Kamis, 02 Juli 2020

KEMBALI DENGAN NEW NORMAL

MENCOBA MEMULAI AKTIFITAS

          Rutinitas yang telah ditinggal disaat pandemi Covid 19 mulai dijalani kembali di saat new normal. Memang belum semua anggota majelis berkenan hadir bahkan kurang dari setengah yang hadir pada kesempatan pertama tersebut. Dengan kesepakatan mulai kegiatan dengan mengikuti protokol kesehatan covid 19, maka kegiatan majelis taqlim khususnya belajar membaca alquran dimulai kembali. Bismillah itulah kata yang selalu terlafazkan.

          Pak Ustad memulai dengan bacaan sholawat kepada rosulullah dan memberikan penghantar dan salam bertemu lagi. Dalam pengantar beliau dituturkan bahwa yang uatama mendapatkan perhatian adalah :

1.      Covid 19 ini ada diseputar kita, bisa menular dan belum ada vaksinnya

2.      Jangan dianggap remeh virus ini dan jangan pula ditakuti secara berlebihan

3.      Pelajari cara penularannya hindari peluang terjadinya penularan dengan waspada

            Tiga hal tersebut harus selalu diingat dan mendapat perhatian kita semua.  Agar semua orang mempunyai persepsi yang sama sehingga akan menimbulkan rasa saling melindungi dengan sama sama mematuhi protokol covid 19.

            Pak ustad sedikit memberikan ulasan tentang beberapa kelompok majelis yang juga sudah memulai kegiatannyakembali. Dengan harapan memberikan semangat bagi anggota majelis kami agar tidak terlalu berlebihan menyikapi keadaan ini. Bahkan beliau sempat memberikan kritikan kepada kami dengan membandingkan kondisi kenapa ke pasar ke mall dan ke tempat kerja berani keluar rumah,  giliran ke majelis taqlim yang jelas sudah dikenal orangnya dan diketahui kebersihannya tidak berani. Menurut beliau ini merupakan sebuah keadaan yang membuat miris namun sekali lagi tidak harus memaksakan diri untuk mangikuti sebuah kegiatan di luar rumah atau untuk berusaha beradaptasi dengan new normal jika memang masih belum memeliki keberanian.

            Dalam pikiran memang sering penuh beribu tanya akan keadaan ini sampai kapan semua ini akan berlangsung. Beberapa informasi sampai ditemukannya vaksin sehingga kita bisa berdampingan dengan si covid 19, sebelum ditemukannya vaksin yang paling tepat adalah kita mengikuti protokol kesehatan covid 19. Semua itu dalam artian bukan kita harus tidak berkegiatan namun berkegiatanlah secara normal dengan protokol kesehatan serta yang paling tepat adalah kurangi keluar rumah jika tidak ada kepntingan.

            Semoga langkah awal ini diridhoi Allah SWT sehingg kita berharap bisa melakukan aktifitas secara normal kembali namun disuasana yang berbeda yaitu mengikuti aturan dengan menerapkan protokol covid 19. Ya Allah kami berlindung atas kuasaMu.                  

                                                              Mataram Kamis 2 Juli 2020 


Selasa, 30 Juni 2020

PERUBAHAN BIROKRASI

BIROKRASI NEGARAKU

          Tidak disadari bahwa data tahun lahir kartu tanda penduduk (KTP) milik bungsuku tahun lahirnya tidak sesuai dengan yang sebenarnya atau yang tertera di akta kelahirannya. Memang tidak sempat mengecek saat menerima KTP di tahun yang lalu, diketahui saat mengisi data untuk kebutuhan online ternyata terjadi ketidak sesuaian. Karena KTP harus di scan sehingga harus mengurus ulang untuk penerbitan KTP yang baru.

      Mumpung hari libur kutemani bungsuku mengurus perbaikan KTP ke kantor Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Dukcapil). Saat dalam perjalanan terbayang keribetan pengurusan, maklum sudah cukup lama tidak pernah lagi mengurus administrasi untuk kebutuhan keluarga. Ternyata kantor Dukcapil sudah menempati tempat yang baru , sayapun baru tahu. Memang setelah kejadian gempa bumi 2018 yang menimpa kota Mataram banyak kantor yang rusak parah dibangun kembali namun di areal yang berbeda.

          Mengambil no antrian untuk mengurus penggantian dokumen dikelompokan pada bagian B, sedang bagian A adalah pengusulan dokumen baru. Dapat no antrian 19, sabar kita harus budaya antir dengan tertib. Tidak terlalu lama sampai juga giliran kami. Maksud disampaikan pada petugas dengan menyerahkan KTP dan kartu keluarga yang asli, tidak sampai 10 menit selesailah dan KTP siap diambil nanti jam 12 siang.

          Kebetulan rumah kami tidak terlalu jauh dengan kantor Dukcapil, maka kami putuskan  pulang dulu, baru nanti kembali lagi setelah jan 12 siang. Alhamdulillah birokrasi di negara ini sudah berubah mulai lebih baik. Semoga saja semua lini kepengurusan kebutuhan adminstrasi masyarakat menjadi semakin lebih baik. Majulah Indonesiaku tangguhkan diri dalam era globalisasi.

                                                                          

                                                                             Mataram Rabu 1 Juli 2020


Minggu, 28 Juni 2020

PJJ YANG LEBIH BAIK

MARI PERSIAPAN PJJ

            Satu minggu telah berlalu masa libur sekolah, sembari menikmati pagi yang indah berusaha tetap  berpikir positif tentang keadaan new normal ini. Infomarsi terakhir dari gugus tugas penanganan covid 19 untuk daerah Mataram sampai saat ini masih berada di zona merah. Mengingat akan hal tersebut maka kemungkinan besar tahun ajaran baru 2020-2021 masih belum bisa dilakukan kegiatan belajar mengajar tatap muka seperti biasanya namun masih diwarnai belajar daring maupun luring.

            Merasa bahwa saat PJJ di awal pandemi belum maksimal maka bertekat untuk PJJ kali ini harus membuat persiapan yang lebih matang agar hasil lebih maksimal. Kesempatan untuk membuat persiapan dapat dilakukan sambil menikmati liburan. Sepertinya dari whatsApp grup sekolah sudah diinformasikan bahwa diharapkan bapak/ibu guru untuk mempersiapkan bahan ajar/modul untuk pembelajaran tahun 2020/2021 yakni Senin 13 Juli 2020 (sesuai kalender pendidikan). Konsep pembelajaran daring dan luring akan dipadukan di awal tahun ajaran baru tersebut.

            Bersiaplah menjemput perubahan karena saat ini kita belum tahu siapa peserta didik kita karena masih awal ajaran berbeda denga PJJ yang lalu kita sudah mengenal para peserta didik kita. Untuk saat ini kita hanya mengandalkan nomor Hp yang dimiliki peserta didik dengan segala keterbatasannya. Keterbatasan yang dimaksud adalah kemampuan secara ekonomi mendukung PJJ, artinya tidak setiap peserta didik didukung oleh orang tua untuk PJJ memang karena faktor ekonomi.   Bagi orang tua yang berada di tataran ekonomi tidak mampu maka PJJ dirasakan sangat memberatkan. Sedikit kisah sedih peserta didik saat PJJ  yang lalu ketika ditanya mengapa tidak aktif dalam daring maupun luring jawaban sungguh sangat menyedihkan dari tidak punya hp hingga punya hp namun quota sangat terbatas inilah yang terjadi mengapa keaktifan siswa daring hanya pada minggu pertama saja. Jika luring dengan tayangan televisi maka tidak memiliki televisi sungguh sangat miris mendengar jawaban peserta didik, memang tidak semua seperti itu namun itulah yang perlu mendapat perhatian.

            Data siswa yang harus lengkap  dan akurat inilah yang akan mendukung kesuksesan PJJ mendatang ini karena peserta didik harus terlayani dengan disesuaikan dengan kemampuan ekonomi. Jangan memperberat keadaan ekonomi orang tua yang saat ini memang sedang mengalami cobaan. Semua sektor ekonomi sedang mengalami penurunan tak urung ekonomi para orang tuapun mengalami hal yang sama. Maka sebisa mungkin memetakan peserta didik yang mampu dan yang kurang mampu untuk mengikuti PJJ. Berikan pilihan bagi yang tidak mampu PJJ dengan materi pembelajaran yang tidak berbeda dengan PJJ.

            Untuk tataran saat ini yang paling utama adalah PJJ yang akan kita rencanakan harus menarik dan tidak memindahkan sekolah kedalam rumah peserta didik. Memang untuk materi materi tertentu seperti Matematika, IPA atau yang bersifat exac akan sedikit tampak kaku namun capaian target saat ini adalah terkait pada Numerasi dan Literasi. Mari kita buat persiapan PJJ dengan hati dan pikiran gembira agar peserta didik kita saat menjupai materi pembelajaran kitapun merasa gembira dan kehadiran materi pembelajaran kita akan dinantikan oleh para peserta didik kita. Tetap semangat mencerdaskan anak bangsa dalam masa pandemi melalui PJJ yang gembira dan berkesan. Aamiin

                                                           Mataram Senin 29 Juni 2020


Sabtu, 27 Juni 2020

PISANG COKLAT KEJU HASIL PJJ

PISANG COKLAT KEJU HASIL PJJ

            Sejak new normal untuk menghindari bertemu banyak orang maka untuk hari Sabtu dan Minggu tidak melakukan aktifitas di luar rumah meski olah raga pagi karena kecenderungan jalanan akan ramai. Pagi ini tema kegiatan keluarga adalah bersih bersih dan rapi rapi hingga mencuci pakaian dan perlengkapan yang lain. Biasanya yang agak malas terlibat adalah si bungsu padahal dia adalah mahasiswa semester tiga di Fakultas tehnik sipil Universitas Mataram. Biasanya dia banyak dibantu oleh yang lain sehingga kamarnya paling cepet rapi karena ada yang membantu.

            Di rumah yang tinggal ada ibundaku yang sudah berusia 76 tahun. Alhamdulillah beliau masih sehat dan beraktifitas dengan semua kegiatan di rumah. Keponakan yang masih duduk dibangku SD dan SMP tinggal juga bersama kami. Jadilah kegiatan hari ini meriah dengan canda mereka yang saling berebut sapu dan alat kebersihan yang lain.

            Si ayah selalu asyik dengan burung burung peliharaannya yang harus mulai diurusnya dengan mengganti air minum dan makanannya hingga membersihkan kotorannya. Burungnya berbeda beda jenisnya  sehingga makanannya pun berbeda beda, ada yang makan jagung giling kasar, Biji bijian, konsentrad dan  ada pula yang makan pisang dari jenis pisang kepok. 


            Hari ini kebetulan tidak memiliki cadangan snack untuk teman teh  hangat  selepas bersih dan rapi rapi rumah. Si kecil beride membuat pisang bakar keju coklat dengan menggunakan pisang kepok stok untuk siburung . Abrakadabra secepat kilat snack yang dibuat sikecil sudah tersaji dengan sederhana. Terselip rasa bangga si kecil yang masih mau masuk jenjang SD sudah mampu berkreasi. Si kecil  menjelaskan bahawa kue buatannya pagi ini adalah  seperti tugas daring bu gurunya saat PJJ di Taman kanak kanak.


            Bergetar hati mendengar ucapan si kecil yang terpatri dalam ingatannya kegiatan PJJ yang bisa dilakukan lagi menjadi sebuah kebanggaan , apalagi dipuji lezat kuenya tampak dia sangat sumringah. Berbalik diri mengenang pelaksanaan PJJ kemarin adakah nilai nilai kehidupan yang masih mampu didingat oleh peserta didikku?. Begitu memenuhi ruang pikirku ada rasa bersalah belum mampu melaksanakan  PJJ dengan persiapan yang lebih baik. Terasa ongkos yang harus ditanggung peserta didik terhadap pelaksanaan PJJ belum terbayar dengan lunas. Semoga jika tahun ajaran baru ini masih menggunakan PJJ maka bisa menjadi lebih baik dengan persiapan yang lebih matang. Aamiin

Mataram Minggu 28 Juni 2020

               


Jumat, 26 Juni 2020

HIDUP ADALAH ANUGRAH

KU BERSYUKUR ATAS ANUGERAHMU

            Hari ini sengaja tidak berangkat olah raga pagi karena di hari Sabtu seperti ini anak anak dan mantu serta cucu akan sarapan di rumah sehingga berdua dengan suami menyiapkan sarapan. Masakan favorit anak anak adalah nasi goreng buatan ayah. Pagi itu semangat tampak diwajah ayah karena akan kedatangan keluarga dengan cucu yang masih berusia 10 bulan yang laki laki dan 6 bulan yang perempuan.

            Hidangan nasi goreng telah selesai dibuat oleh ayah, tetap diletakan didalam wajan agar tetap hangat.  Sembari menunggu anak anak datang dilengkapinya menu nasi gorang dengan ceplok telur dan potongan timun. The hangatpun sudah selesai kubuat sambil membereskan rumah kami menunggu kedatangan mereka.

            Tidak terlalu lama merekapun datang satu persatu, merekapun mengobrol di ruang tamu sesaat. Nenek dan kakek menggendong cucu  bersamaan itu pula para mantu menghidangkan sarapan nasi goreng. Mereka pada sarapan bersama seisi rumah meski nenek harus dengan menggendong cucu untuk sarapan bersama MasyaAllah sebuah karunia yang terasa indah menikmati kebersamaan disaat hari libur.  Teringat sebuah ayat alquran yang artinya nikmat Tuhan kamu yang manakah yang engkau dustakan. Ya Allah dengan kebersamaan ini hamba bersyukur atas kesempatan yang Engkau hadirkan

             Hari Sabtu adalah kebersamaan bersama kakek dan nenek namun di hari Minggu adalah milik mereka bersama keluarga kecilnya. Setelah sarapan bersama ada yang berkegiatan mandi bersama dengan sang ayah dan ada yang menonton saja dengan senyum manisnnya

  



    
      
                                                         

Kamis, 25 Juni 2020

JUMAT PENUH BERKAH

JUMAT PENUH BERKAH

            Pagi yang berbeda jumat ini tatkala menyaksikan sekelompok pemuda sedang menggelar barang barang berupa kelengkapan untuk nasi bungkus. Seseorang menyapaku Assalamualaikum ibu selamat pagi sedang oleh raga bu? Sontak tersentak karena dengan masker yang menutupi wajah, saya tidak menandainya. Ternyata yang menegur itu adalah mas Bambams yang mengantar kebutuhan dapur saat keluarga di rumah belanja secara online untuk menghindari keluar rumah. Mas Bambams ini adalah sekelompok anak muda yang kreatif yang berasal dari segala lantar belakang pendidikan ada yang masih SLTA dan  mahasiswa  yang sedang  tidak ada kegiatan di sekolah maupun dikampus. Mereka berkelompok dan membuka lapangan pekerjaan dengan melayani belanja secara online melalui media whatsApp.

            Menakjubkan kelompok anak muda kreatif ini pada saat hari jumat pagi mereka membuka lapak untuk sarapan gratis bagi yang membutuhkan. Begitu mulianya mereka, usaha yang baru dirintis beberapa bulan sudah mampu  berbagi dengan sesama dengan berbagi sarapan gratis atau membayar semampunya. Dengan hidangan yang lumayan menggoda selera, tampak ayam bumbu, telu opor tempe kering manis, tumis kacang panjang tak lupa sambel dan krupuk. MasyaAllah tampak para dhuafa sedang menikmati sarapan dengan pelayanan para pemuda yang ramah. Semoga yang terlihat pagi ini akan membawa spirit positif pagi orang lain.

            Sempat mengobrol sedikit dari mas Bambams bahwa biaya menu yang disajikan  berasal dari keuntungan yang diperoleh selama satu minggu. Disamping itu juga berasal dari tips yang diberikan pelanggan, misalnya konsumen total belanja Rp 95.000 namun konsumen membayar dengan uang bernominal seratus ribuan kembalian diikhlaskan, dari sini juga menjadi sumber dana meski tidak seberapa. Kagum dengan anak muda yang berkelompok di mas Bambams ini betapa tulus hatinya dan kejujuran adalah taruhan yang mereka pertahankan sejak masih usia muda.

            Sengaja saya bertanya mengapa melakukan kegiatan ini jawabannya sungguh menakjubkan menurut para pemuda kreatif ini dengan mereka memberi satu pada para dhuafa yang membutuhkan  maka Allah akan mengganti dengan lebih dari satu. Usaha belanja online yang dirintisnya bisa berjalan lancar juga karena doa mereka. Maka berbagi tidak membuat berkurangnya untung namun semakin bertambah untung kita dan usaha semakin lancar. Semoga Allah memudahkan langkah mulia para pemuda kreatif ini. Aamiin

                                                    Mataram Jumat 26 Juni 2020


Senin, 22 Juni 2020

INGIN PRODUKTIF, SIBUKAN DIRI

SIBUKAN DIRI AGAR PRODUKTIF DAN MENDEKATI KEBAIKAN

            Pagi ini terasa lebih dingin dari biasanya tak urung tetap harus berjalan jalan agar mendapatkan kebugaran diri dengan kegiatan yang murah dan meriah. Lumayan dingin terusir juga dan rasa hangat mengalir dengan perlahan. Sang surya telah menampakan sinarnya meski masih malu malu. Suasana di jalan sudah mulai menggeliat lebih banyak orang yang sudah mulai keluar rumah untuk mencari susana baru dalam era new normal. Masih juga ada rasa khawatir tentang keadaan ini apabila melihat banyak orang meski tidak sampai ada kerumunan. Maklum sudah hampir tiga bulan tepatnya kita stay at home. Karena sudah lebih ramai dan badan sudah terasa lebih hangat maka diputuskan untuk pulang.

            Sesampai di rumah sempatkan membuka hp dan membaca tulisan sahabat  guru berprestasi 2014 yaitu bu  Emi Indira SMP N 1 Palu. Ada kata yang sangat menarik yang dikutipnya dari Ahmad Rifai yaitu “ Waktu yang tak terisi dengan kebaikan,sangat rawan terisi oleh keburukan. Waktu yang tidak disibukkan dengan hal produktif rawan terisi oleh hal hal destruktif”. Sungguh kalimat itu lebih tajam dari sebilah pisau yang menancap dengan cukup dalam. Mengaminkan serta mengiyakan bahwa hal itu harusnya menjadi bekal bagi kita semua.

            Maka tebarlah kebaikan agar dijauhkan dari keburukan. Sibuklah dengan hal yang produktif meski diawali dengan hal yang sederhana. Jangan mengeluh jika banyak kesibukan ternyata memang kita harus sibuk agar produktifitas kita tetap terjaga. Jangan terlena jika tidak memiliki kesibukan namun harus berhati hati karena kita tidak terasa tersisipi dalam diri ini hal hal yang bersifat destruktif yang akan merugikan diri kita. Biasanya saya mengeluh jika hari hari penuh dengan kesibukan. Namun pagi ini rasa syukur itu begitu dalam Allah masih memberikan kesempatan untuk sibuk sehingga masih mampu menebar kebaikan dan mencoba untuk produktif.

            Membuat perubahan diri adalah yang utama berubah menuju ke arah yang lebih baik. Tidak terlena dengan keadaan yang melenakan namun berubah untuk menjadi lebih tangguh dalam menebarkan hal hal yang positif terhadap sesama .Dengan membuat tulisan ini semoga selalu teringat bahwa sibuk tertanda kebaikan yang Allah pilihkan untuk hambanya yang berusaha untuk membawa kebaikan. Alhamdulillah semoga Allah selalu membukakan pintu hati kita untuk selalu menikmati kesibukan kita. Aamiin …

                                           Mataram Selasa 23 Juni 2020


Minggu, 21 Juni 2020

BELUM PUNYA RENCANA

BELUM PUNYA RENCANA

            Pagi ini Senin tepatnya 22 Juni 2020 adalah mulai awal libur sekolah paska kenaikan kelas menurut kalender pendidikan. Terbayang libur di tahun tahun terdahulu jika masuk di hari libur sekolah  begitu banyak rencana dan janji yang akan dikerjakan dan ditepati. Pagi ini  terasa situasi sangatlah berbeda dengan seakan tidak terasa kalau sudah memasuki libur sekolah.

            Selepas aktifitas shubuh sikecil yang mau masuk sekolah dasar berceloteh tentang rencana rencana kalau sekolah barunya sudah mulai. Beberapa rencana terdengar lucu namun trenyuh juga mendengarnya, seperti disebutnya nama teman sekolahnya karena ingin menunjukan tas barunya dan acara kegiatan olah raga dengan sepatu barunya  serta kegiatan imtaq dengan mukena kesayangannya. Trenyuh karena semua itu merupakan kegiatan tatap muka yang belum tahu kepastian kapan akan bisa dilaksanakan karena kita berada di zona merah. Meski new normal sudah mulai dilaksanakan namun berdasar surat edaran kemendikbud no.15 tahun 2020 Maka pembelajaran di rumah akan diperpanjang. Namun meski trenyuh secarah perlahan lahan harus diberikan pemahaman yang sederhana tentang alasan kenapa masih belum bisa sekolah seperti biasanya.

            Dengan merajuknya yang akan masuk sekolah baru dan rasa kasihan melihatnya maka terpikir mendesain kegiatan libur yang terasa sudah sangat panjang karena berada di rumah saja ( Stay at Home ). Jika rencana yang lama selama stay at home pasti sudah bosan maka harus beride untuk dapat melakukan sesuatu yang baru.

            Karena sudah memasuki periode new normal , maka mengawali hari kita mulai dengan jalan jalan seputar rumah yang diselingi dengan bersepeda keliling gang disekitar rumah. Klau kegiatan sebelumnya membuat pernak pernik dari sampah plastik  yang dipadu dengan bubur kertas yang memanfaatkan limbah rumah sendiri. Dalam kegiatan ini berharap mampu menanamkan kecintaan terhadap lingkungan dan pemahaman mengapa sampah plastik harus dikelola dengan baik agar tidak mencemari lingkungan karena plastik memerlukan waktu yang sangat lama bahkan ratusan tahun untuk bisa terurai.dan kembali ke lingkungan. Hasil seperti gambar berikut ini.


        Setelah olah raga pagi sepertinya membuat sarapan pagi adalah kegiatan yang sangat cocokbersama anggota keluarga mencoba memberikan kegiatan yang bermanfaat bagi yang sudah mulai bosan berada di rumah alias pingin ke sekolah.