Senin, 06 Juli 2020

BERSAMA KITA BISA

TETAPLAH WASPADALAH

            Ibu muda ini berprofesi sebagai teler di BRI cabang di daerah kami dengan satu putra yang baru berusia 3 tahun dengan suami yang berprofesi dokter umum  yang bertugas di Puskesmas di kecamatan sebelah. Memang beberapa hari tidak nampak beraktifitas, tidak nampak keberangkatannya menuju aktifitas.

            Terakhir berkomunikasi melalui hp untuk meminta informasi tentang kartu ATM salah anggota keluarga di rumah yang mendadak tidak bisa digunakan sekitar tepatnya 9 hari yang lalu. Dari obrolan di telpon tersebut menyatakan bahwa sedang sakit flu dengan suhu badan yang naik turun. Beberapa hari tidak ke kantor lagi dan menyataka istirahat di rumah dengan mengambil cuti. Nampak  aktifitas anggota keluarga yang lain biasa saja yaitu berinteraksi seperti biasa. Bahkan adap bertetangga masih kental sekali, dengan menyapa bahkan kebersamaan anak anak di depan rumah saat pagi hari.  Olah raga pagi sekedar untuk menggerakan badan atau keliling komplek rumah kami kita lakukan bersama sama baik dengan jalan kaki maupun bersepeda.

            Pagi itu sang ibu muda dijemput oleh pihak gugus tugas penanganan covid 19 karena berdasarkan hasil rapid tes menunjukan reaktif dan hasil swab dinyatakan positif. Ternyata di kantor tempatnya bekerja ada 8 orang yang telah dinyatakan positif juga Melihat hal tersebut ada rasa khawatir yang dalam tentang keadaan keluarga kami yang sering kontak dengan anggota keluarga yang positif. Maklum kita bertetangga dan sama sama meliki anggota keluarga yang masih balita sepertinya sulit untuk tidak melakukan kontak.

            Hari ini pihak Puskesma selaku pihak yang menangani kasus ini akan melakukan tracing kepada para tetangga yang kemungkinan melakukan kontak dengan keluarga tersebut. Malang tak bisa ditaih untung tak bisa ditolak peribahasa inilah yang tepat menggambarkan rasa saat menerima berita bahwa kita harus ikut menanggung dampak yang ditimbulkan dari positifnya tetangga depan rumah ini.

            Informasi dari bapak ketua RT kalau dirasa perlu oleh pihak yang menangani kasus ini untuk dilakukan rapid tes amaka akan dilakukan jadi tergantung pada keadaan. Jadi bukan kita yang meminnta bisa dilakukan rapid tes atau tidak karena menurut informasi yang beredar tidak terlalu bagus beritanya tentang rapid tes ini jadi ada keraguan dihati namun sebenarnya dasar keraguan itu lemah.

            Hari ini tepat 7 Juli adalah hari perkawinan kami yang ke 35 tahun. Serasa sudah banyak yang dilalui baik suka maupun duka. Tidak terencana dan menduga bahwa akan kita lalui dengan rasa bimbang yang dalam tentang dampak langsung dari pandemi covid 19 ini. Semoga kita bisa melalui ini semua dengan izin Allah untuk segera mengangkat wabah ini sehingga kita dapat beraktifitas seperti biasa lagi. Aamiin

                                                                         Mataram  Selasa 7 Juli2020


10 komentar:

  1. Ya..semoga ya...wabah ini cepat berlalu dan tidak akan pernah kembali... Semangat..

    BalasHapus
  2. mantap Bu tulisannya, semangat

    BalasHapus
  3. semoga badai wabah ini cepat sirna, aamiin

    BalasHapus
  4. Alhamdulillah Happy Anniversary bu Nanik ..smg pandemi ini cpt berlalu ...Aamiin YRA

    BalasHapus
  5. jaga kesehatan bu. memang kita tidak bisa menghindar untuk berkomunikasi dengan tetangga. berdoa saja semoga keluarga dalam keadaan baik - baik saja. dan selamat hari perkawinan yang ke 35. semoga langgeng sampai akhir hayat.

    BalasHapus
  6. Aamiin Yarobbalallamin ... maturnuwun doanya ...

    BalasHapus
  7. Semoga sehat selalu,bahagia bersama keluarga.

    BalasHapus