Sabtu, 05 September 2020

HARUS MERASA BAHAGIA

 HARUS MERASA BAHAGIA

Berharap cemas saat pengumuman penerimaan Politehnik PUPR UNDIP diangkatan ke2 tahun pelajaran 2020-2021. Alhamdulillah Allah mengijabah doa keluarga kami hingga keinginan ananda bungsuku terkabulkan. Diterima di Politehnik PUPR UNDIP jurusan kontruksi bangunan air. Tahun ini adalah tahun kedua ananda mendaftar melalui jalur prestasi dengan nilai raport, sedangkan tahun lalu mengikuti dengan jalur tes tetapi belum rezeki sehingga tidak lolos. Karena tidak lolos maka  mendaftar  di Unram memilih fakultas tehnik dengan jurusan tehnik sipil.

Setelah menerima pengumuman melalui web Politehnik PUPR UNDIP tibalah untuk verifikasi data dengan membawa berkas data yang asli menuju kampus UNDIP. Inilah resah pertama yang menggelayuti pikiran dan hati untuk melepas si bungsu pergi sendirian di saat pandemi belum mereda, bahkan semakin meningkat. Hanya doa dan kepasrahan yang harus terbangun meski berat yang terasa. Semua terhampar dan tersandar pada yang Maha memiliki dan yang Maha melindungi. Dengan bekal protokol kesehatan yang ketat dengan berbekal masker dan hansanitaiser juga desinfektan berangkatlah si bungsu dengan penerbangan pukul 12.40 dengan Rute Lombok Semarang dengan Transit Jakarta selama 3 jam. 

Validasi data berlangsung dengan lancar sehingga semua syarat sudah dipenuhi dan telah mendapat kunci asrama untuk tinggal saat kuliah di tahun pertama. Namun bungsu hanya tinggal 2 hari di hotel saat validasi. selasai validasi kembali ke Lombok dengan penerbangan dari Yogya ke Lombok karena untuk rute  Semarang Lombok waktu transit cukup panjang hingga mencapai 21 jam atau berganti hari. Alhamdulillh bungsu telah tiba kembali dengan selamat.

Tibalah persiapan OSPEK yang akan dilaksanakan 1 September 2020. Tanggal 30 Agustus 2020 bungsu akan berangkat kembali. Saat ini terasa lebih galau karena tentunya akan lebih membutuhkan persiapan dan kemugkinan akan terus tinggal di asrama untuk melanjutkan waktu pembelajaran mulai.

Sekilas sifat si bungsu agak unik, anaknya bersifat sederhana segala sesuatu akan mengacu pada apa yang dibutuhkan bukan apa yang diinginkan. Kesederhanaan selalu tercermin dalam sifatnya. Spiritual komitmennya  Alhamdulillah boleh dikata di atas rata rata. Sejak SMA aktif sebagai pengurus Remaja Mushola di sekolahnya dimana Remaja Mushola merupakan ekstra kurikuler yang menjadi garda terdepan di sekolah tersebut. Satu lagi yang agak menjadi pikiran adalah makan sibungsu gampang gampang susah. 

Tibalah bungsu memilih tanggal 30 Agustus 2020 hari minggu akan berangkat untuk menuntut ilmu di Politehnik PUPR UNDIP Semarang. Berbagai alasan agar bisa ikut dan mau diantar ditolak oleh bungsu. Sedih awalnya yang terasa namun jika dipikir secara jernih harusnya diacungkan jempol untuk pendiriannya untuk berangkat sendiri untuk mulai belajar bertanggung jawab atas dirinya.

Sebagai orang tua hanya mampu melepas dengan doa sampai bandara Lombok dengan  iringan doa dan basahnya mata karena menahan air yang berlinang. Ku bisikan bahwa adik berangkat berjihad untuk mengejar cita cita dengan jalan yang dirihoi Allah. tak anyal lagi diapun terisak dibalik masker dan kaca matanya dengan seraya memohon maaf. 

Dia langkahkan kaki dengan perlahan menuju mintu masuk bandara  dengan sesekali masih menengok ke arahku dan kulambaikan tangan meski dengan deraian air mata. Bungsupun menghilang dari pandanganku menuju keberangkatan. akupun menuju tempat parkir untuk kembali ke rumah sepanjang perjalanan entah apa yang terikirkan hanya chat dari bungsu yang kuharap masuk di ponsel pintarku.Tepat saat beberapa meter keluar dari bandara bungsupun me wA bahwa sudah selesai chek in dan saat ini sedang di ruang tunggu. Dengan ucapan  Alhamdulillah kubalas chat bungsu. tak lama berselang chat bungsu menyatakan kalau sudah di pesawat. Kembali kubalas dengan ucapan Alhamdulillah dan untaian doa keselamatan dan kemudahan selama dalam perjalanan. diaminkan oleh bungsu dan bungsu izin untuk mematikan ponselnya untuk persiapan take of.

Satu jam setelah sampai di rumah bungsupun mengabarkan bahwa sudah landing di Jakarta untuk transit selama kurang lebih 3 jam. Tak lupa aku mengingatkan untuk menjamak sholat di Jakarta  karena kemungkinan selepas maqrib baru tiba di Semarang. Serta kuingatkan untuk mencari makan siang namun bungsu tidak berminat untuk makan siang katanya cukup dengan roti yang dibawa dari rumah tadi.

Alhamdulillah selepas maqrib sudah landing di bandara Ahmad Yani dengan selamat dan langsung menuju asrama PUPR UNDIP. Sesuai dengan kunci yang telah diberikan saat verifikasi data 2 minggu yang lalu. 

Program pengenalan mahasiswa berlangsung terbuka dan daring. Alhamdulillah bungsu selalu mengabarkan bahwa semua kegiatan dengan protokol kesehatan yang sangat ketat. Program sidang terbuka unruk pengenalan sudah berlangsung dengan baik dan bungsu mengirimkan betapa bangganya menjadi mahasiswa PUPR melalui status whattsAppnya


Begitu semangat yang kuat terasa dalam tulisannya. Hanya doa yang bisa aku panjatkan agar Allah selalu melindungi dan memberikan kemudahan atas semua yang diharapkan.  Motivasi yang bungsu bangun dalam dirinya membuat sebuah kekaguman dan syukur yang tiada putusnya. Setiap kata yang tertulis dalam tulisannya menggunggah hati untuk senantiasa berucap syukur yang tak terhingga. 

Di asrama bungsu tinggal mendapat teman sekamar yang asalnya dari Semarang namanya Rizal anaknya lulusan sekolah kejuruan di Semarang dan sudah mampu bekerja freeline dalam bidang pengukuran. Rizal seorang sederhana dan mandiri semoga bungsu banyak mengambil pembelajaran yang positif dari kawan kawan baru yang ditemuinya di tempat kuliahnya yang baru.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar