Tampilkan postingan dengan label bahan buku berikut. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bahan buku berikut. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 Mei 2021

Antara Genose dan Swab Antigen

                                                           Antara Genose dan Swab Antigen

    Hari itu si bungsu akan kembali ke tempat kuliahnya di Semarang untuk memulai perkuliahan setelah hari raya Idul Fitri. Rute yang di pilih adalah Mataram Solo dengan penerbangan Lion Air pukul 12.55 Witeng dengan transit di Ngurahrai Bali. Rute Mataram Solo kemudian akan lanjut ke Semarang dengan menggunakan Travel. Si bungsu memilih rute ini karena selisih harga tiked penerbangan yang sangat signifikan maklum pola pikir mahasiswa. Cari yang minimalis.

    Dimasa pandemi seperti saat sekarang ini tentulah bepergian menggunakan syarat yaitu surat  keterangan kesehatan dengan  negativ Covid 19. Dengan bersumber pada sosial media bahwa Bandara Internasional Lombok (BIL) telah menyediakan pelayanan pemeriksaan bebas Covid 19 dengan menggunakan Gonuse maka bungsu lebih tertarik untuk menggunakan Genose dari pada Swab Antigen. Lagi lagi alasan ekonomis yang mendasarinya, selain itu memang dengan Genose lebih sederhana tidak perlu mengambil sample dari hidung hanya menggunakan hembusan napas saja. Untuk Genose dikenakan tarif empat puluh ribu rupiah sedangkan untuk Swab Antigen dikenakan tarif seratus tujuh puluh ribu rupiah.

    Setelah tiba di BIL bungsu langsung menuju tempat pelayanan pemeriksaan kesehatan, tampak sedikit ramai dan terjadi antrian. Dengan selisih tarif pelayanan yang sangat menyolok dan kurangnya niat baik dari para petugas kesehatan di lapangan, sebagian besar para calon penumpang pesawat ini diarahkan untuk menggunakan Swab Antigen dengan alasan kalau Genose membutuhkan waktu lebih lama. Timbul tanya dalam diri seperti informasi yang didapat dari berbagai media masa bahwa Genose membutuhkan waktu yang lebih cepat untuk mengetahui hasil pemeriksaan. Mengapa di lapangan kenyataan seperti ini, apakah ini moral anak negeri yang tidak pandai menyukuri nikmat.

    Sudah ditemukan alat karya anak bangsa dengan tarif yang bisa dijangkau dengan harapan dapat membantu masyarakat yang sudah tertimpa dan terhimpit situasi pandemi tapi masih ada juga oknum pelayan anak negeri yang tidak ingin bantuan ini dinikmati oleh masyarakat luas. Mental yang ingin memperkaya diri sendiri dan tidak peka terhadap lingkungan inilah yang sedang menjamur di ibu pertiwi. Ratapan ibu pertiwi tak menjadi hirauan mereka. Yang penting dapat mengantongi pundi pundi yang berlipat meski harus dengan berbohong alias menutupi kebenaran dan menindas hak orang lain

    Generasi anak cucu kita haruslah berbekal karakter positif yang kuat serta dengan kepekaan terhadap sosial yang berlipat. Perkembangan dunia dan teknologi seakan merubah peradaban dan hati nurani. Hanya unsur untung dan rugi yang menjadi capaian dan kejaran. Semoga kita semua masih Allah berikan hati yang peka terhadap keadaan sosil di sekitar kita sehingga masih mampu membedakan yang benar dan yang salah serta mampu mengukur antara hak dan kewajiban.


Kamis, 29 April 2021

Ternyata tidak syah

                                                          TERNYATA TIDAK SYAH

        Disatu hari kamis di bulan ramadhan setelah bersantap sahur dilanjutak dengan ibadah sholat shubuh berjamaah di masjid terdekat dengan rumah kami. Bersama bundaku seperti biasa sebelum azan selesai berkumandang kami berusaha untuk tiba di masjid begitu pula pagi itu. Situasi masjid masih sepi baru ada beberapa jamaah saja yang hadir. Di masjid ini lebih banyak yang hadir di masjid setelah azan selesai dikumandangkan, bahkan menjadi makmum masbukpun juga masih tampak.

        Setelah menunaikan sholat sunah tahiyatul masjid dan sunah fajar seperti biasa sambil menunggu waktu sholat berjamaah bisa  dilanjutkan dengan zikir. Waktu sholat berjamaahpun tiba. Seperti biasa sholat berjamaahpun dimulai. Saat rokaat pertama ada yang sedikit berbeda bacaan surat dari imam sholat yang dibaca adalah ayat sajjadah yang artinya makmum akan mengikuti imam untuk sujud tilawah. Hal tersebut tumben dilakukan di masjid ini.

        Setelah terdengar ayat sajadah  imam sujud tilawah namun sebagain besar makmum wanita sepertinya agak kebingungan karena tidak dapat melihat imam secara langsung. Maka terjadilah sebagian saja yang mengikuti iman untuk sujud tilawah. sebagian besar tidak sujud tilawah namun rukuk seperti biasa. Hal ini saangat mengusik kekhusukan saat sholat. 

        Setelah sholat shubuh berjamah aktifitas dilanjut dengan tadarus hingga waktu syuruk tiba dan dilanjut dengan sholat dhuha dan setelah itu pulang untuk persiapan berangkat sekolah.Namun segala bimbang dan ragu atas kejadian di masjid pagi tadi sangat mengganggu pikiran. Berniat ingin menanyakan pada pak Ustad guru mengaji keluarga kami melalui whatsApp namun ditunda dahulu karena waktu mengajar tiba.

        Setelah selesai mengajar sambil menunggu jemputan untuk pulang disempatkan untuk menulis whatsApp untuk menanyakan tentang kejadian sholat shubuh tadi pagi. Karena terdapat keadaan makmum yang mengikuti imam untuk sujud tilawah dan ada yang tidak mengikuti sujud tilawah karena tidak memiliki ilmu tentang hal tersebut juga tidak ada informasi sebelumnya,  serta hal itu biasa dilakukan di masjid tempat kami sholat. 

        Sungguh keadaan ini mengusik pikiran, seiring perjalanan pulang sekolah pak ustad menjawab pertanyaan saya melalui whatsApp. Betapa terkejutnya saya dengan jawaban pak ustad ternyata makmum wajib mengikuti segala gerakan imam, termasuk sujud tilawah yang tadi pagi tumben dilakukan tanpa informasi di masjid kami. Jika tidak maka sholat makmum tidak syah. Begitu beratnya sangsi yang diterima para jamaah sholat shubuh tadi pagi. 

        Sebagai pengalaman hendaknya kita yang memiliki ilmu selalu koreksi diri bahwa tidak semua orang memiliki pengetahuan yang baru apalagi tentang ibadah. Banyak makmum yang tidak memahami hal ini karena beliau beliau ini aktifitas yang dilakukan di masjid sudah menjadi pembiasaan sehingga jika ada perubahan hendaknya yang berilmu memberikan informasi dengan baik.